Surabaya (beritajatim.com) – Tujuh gol tercipta saat Arema FC menjamu Bali United di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Jumat (6/3/2026) malam. Bali United memenangkan laga pekan ke-24 Super League 2025/2026 ini dengan skor ketat 4-3.
Babak Pertama
Arema FC tampil menekan setak kick off. Terjadi kemelut di depan mulut gawang Mike Hauptmeijer di menit kedua. Umpan yang diberikan Dalberto menuju ke Gabi terbaca oleh lini belakang Bali United dan bisa dicedah untuk menjadi gol.
Bali United gagal melakukan percobaan pertama meski belum on target pada menit ketujuh. Irfan Jaya yang mencoba tendangan gunting dari dalam kotak penalti masih bisa diblok oleh Julian Guevara.
Percobaan kedua dilakukan di menit kesepuluh saat menembak dari dalam kotak penalti. Tendangannya masih mendapat gangguan dari Hansamu Yama sehingga tendangannya melebar ke atas gawang Gianluca.
Pemain lincah Arema FC, Gabi yang empat kali berhadapan one on one dengan Ricky Fajrin selalu kalah duel.
Hansamu Yama mendapatkan kartu kuning di menit ke-15 setelah mengganggu Boris yang melakukan promising attack.
Bali United mencetak gol pertama melalui Teppei Yachida di menit ke-22. Bermula dari umapan jauh menuju sisi sayap. Bola sempat dikontrol beberapa kali hingga mengecoh atau gerakan dummy pada pemain Arema FC. Tendangannya yang diarahkan ke atas kanan gawang tak mampu diatasi Gianluca Pandeynuwu. Bali United unggul 1-0.
Lima menit berselang, giliran Diego Campos yang menjebol gawang Arema FC. Campos mencatatkan namanya di papan skor usai memanfaatkan assist Tim Receveur pada menit ke-27. Bali United memperbesar jarak menjadi 2-0.
Arema FC mencoba memperkecil ketertinggalan. Peluang emas didapatkan Iksan Lestaluhu pada menit ke-33 saat menerima bola di dalam kotak penalti. Namun tembakannya masih melebar dari sasaran.
Menjelang akhir babak pertama, Arema FC sempat mendapatkan harapan setelah wasit menunjuk titik putih pada menit ke-43 akibat kemelut di depan gawang Bali United. Wasit menilai ada kontak antara Diego Campos dan Hansamu Yama di dalam kotak penalti.
Namun keputusan tersebut kemudian ditinjau melalui Video Assistant Referee (VAR). Setelah melakukan pengecekan, wasit membatalkan keputusan penalti karena tidak ditemukan pelanggaran.
Tambahan waktu tiga menit diberikan pada babak pertama, tetapi tidak ada gol tambahan yang tercipta. Bali United tetap memimpin 2-0 atas Arema FC hingga turun minum.
Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Arema FC meningkatkan intensitas serangan. Sejumlah peluang tercipta melalui bola mati dan sepak pojok yang dieksekusi Gustavo Franca dan Valdeci, tetapi pertahanan Bali United masih mampu bertahan.
Tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-61. Dalberto berhasil menjebol gawang Bali United dari jarak dekat setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang.
Gol tersebut sempat ditinjau melalui VAR karena dugaan offside terhadap Rio Fahmi. Setelah pengecekan, wasit akhirnya mengesahkan gol tersebut.
Skor berubah menjadi 1-2 dan Arema FC kembali membuka peluang.
Namun Bali United kembali memperlebar jarak pada menit ke-66. Teppei Yachida mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini setelah menerima umpan Irfan Jaya. Dengan gerakan berputar di depan gawang, Yachida sukses menaklukkan Gianluca Pandeynuwu.
Gol tersebut membuat Bali United kembali menjauh dengan skor 3-1.
Arema FC tak menyerah. Pada menit ke-75, tuan rumah mendapat hadiah penalti setelah Yusuf Meilana melakukan handball di dalam kotak penalti.
Dalberto yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 pada menit ke-78.
Bali United memperbesar keunggulan menjadi 4-2 melalui aksi bunuh diri Betinho pada menit ke-90+4. Arema langsung memperkecil kedudukan menjadi 4-3 setelah bek Bali United Kadek Arel melakukan bunuh diri pada 90+5.
Skor 4-3 untuk kemenangan Bali United atas Arema FC bertahan hingga berakhirnya babak kedua. (faw/but)






