Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswi Akuntansi Untag Surabaya, Feriona Ayurizta Iliyas, sukses menyabet juara kedua ajang International Creative and Innovative Idea Competition (ICIIC) Malaysia 2026. Ia mengusung ide paket wisata interaktif berbasis aplikasi.
Kompetisi yang digelar The Innovator Generation dan MNNF Network Malaysia ini menjaring inovasi lintas sektor. Feriona bersaing di kategori mahasiswa melawan peserta dari berbagai negara secara daring.
Keikutsertaan Feriona bermula dari ketidaksengajaan saat memantau media sosial pada libur akhir tahun lalu. Ia tertarik pada pamflet lomba dan segera menyiapkan abstrak untuk proses seleksi awal.
“Saya menyiapkan ide dan abstrak untuk diseleksi terlebih dahulu, lalu alhamdulillah lolos menjadi salah satu finalisnya,” ujar Feriona, Rabu (4/3/2026).
Inovasi bertajuk “Multicultural Diversity and Cultural Heritage Festival” ini dirancang untuk mendongkrak devisa negara. Konsepnya menggabungkan peran masyarakat lokal, pihak swasta, dan pemerintah dalam ekosistem digital.
Wisatawan tidak lagi menjadi penonton pasif. Melalui aplikasi khusus, mereka dapat memilih paket aktivitas seperti memasak kuliner daerah, menenun kain, hingga membatik yang dipandu langsung oleh mentor lokal.
“Wisatawan dapat mencoba sendiri memasak masakan khas daerah atau membuat kain tenun disertai mentor, bukan sekadar mendengarkan penjelasan pemandu,” papar mahasiswa kelahiran 2003 tersebut.
Persiapan mandiri selama 1,5 bulan meliputi penyusunan karya ilmiah hingga pembuatan video presentasi berbahasa Inggris. Tantangan terberat muncul karena ia harus meriset data tanpa pendampingan mentor dosen.
“Tantangannya adalah persiapan mepet sehingga saya belum mendapat mentor dosen. Hasil karya dan persiapan final ini murni hasil kerja keras saya sendiri,” tegasnya.
Dukungan mengalir dari keluarga dan pihak kampus, terutama dalam proses administrasi pendanaan registrasi. Kaprodi Akuntansi Untag Surabaya, Maulidah Narastri, turut mengawal kelancaran proses administrasi mahasiswa berprestasi tersebut.
Feriona berharap gagasannya dapat dikembangkan lebih lanjut oleh pemangku kebijakan pariwisata. Ia mengajak mahasiswa lain untuk tidak ragu mencoba kompetisi internasional meski dengan persiapan yang tergolong singkat. [ipl/kun]






