Mojokerto (beritajatim.com) –Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memanfaatkan momentum safari salat tarawih untuk menyampaikan pesan penting kepada masyarakat.
Dalam kegiatan yang digelar di Masjid As Sholichiyah Kelurahan Kranggan, Senin (2/3/2026), ia mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan sekaligus waspada terhadap penyebaran hoaks.
Ning Ita (sapaan akrab, red) menyebut bulan suci sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat keimanan sekaligus kepedulian sosial. Salah satunya dengan menjaga lingkungan tetap bersih, terutama di tengah puncak musim hujan. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Februari hingga Maret merupakan periode curah hujan tinggi.
“Kondisi ini perlu diantisipasi bersama, mengingat Kota Mojokerto dikelilingi tujuh aliran sungai yang berpotensi memicu banjir jika saluran air tersumbat sampah. Kalau dari hulu sungai terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi, lalu di hilirnya tersumbat sampah, maka akan ada potensi banjir. Karena itu mari kita jaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kita,” pesannya di hadapan jemaah.
Selain soal lingkungan, Ning Ita juga menyoroti derasnya arus informasi di media sosial. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. Sikap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi menjadi kunci menjaga persatuan, terlebih di bulan Ramadan yang identik dengan suasana damai dan kebersamaan.
“Kalau panjenengan melihat atau membaca informasi yang diragukan kebenarannya, silakan cross check. Pemerintah Kota Mojokerto melalui Kominfo menyediakan kanal resmi untuk memastikan kebenaran informasi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto juga menyerahkan hibah Rp75 juta untuk pembangunan ruang kelas Masjid As Sholichiyah. Selain itu, Pemerintah juga menyalurkan paket takjil berupa susu dan kurma bagi para jemaah yang hadir membagikan paket takjil berupa susu dan kurma kepada jemaah. [tin]






