Kediri (beritajatim.com) – SPPG Belor di Desa Belor, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri resmi dibuka sebagai pusat layanan gizi berbasis desa. Fasilitas yang digagas Yayasan Bakti Desa Nusantara ini diharapkan memperkuat swasembada gizi sekaligus menggerakkan ekonomi warga setempat.
Pemilik Yayasan Bakti Desa Nusantara, Hj Indah, menyampaikan bahwa kehadiran SPPG merupakan panggilan hati sebagai putri daerah. Dia ingin memastikan program yang berpihak pada masyarakat benar-benar dirasakan hingga tingkat desa.
“Sebagai perempuan yang lahir dan besar di Kediri, hati saya selalu terpanggil untuk memastikan program pemerintah yang berpihak kepada rakyat dapat terwujud dengan nyata di sini. SPPG Belor adalah bukti bahwa sinergi sektor swasta dan pemerintah bisa menciptakan perubahan yang menyentuh hingga ke dapur-dapur warga,” ujar Hj Indah, Minggu (1/3/2026).
Operasional SPPG Belor mengadopsi konsep dapur Makan Bergizi Gratis dengan melibatkan tenaga kerja lokal. Sedikitnya 30 warga, mulai dari pemuda hingga ibu rumah tangga, direkrut untuk mendukung kegiatan harian dapur gizi.
Selain membuka lapangan kerja, SPPG juga menyerap hasil pertanian warga Purwoasri sebagai bahan baku utama. Skema ini memberi kepastian pasar bagi petani sekaligus menjaga perputaran ekonomi desa.
“Tujuan kami bukan sekadar memberi makan, tapi menghidupkan ekosistem ekonomi. Kami ingin para pemuda punya peran, ibu-ibu punya penghasilan tambahan, dan petani kita punya kepastian pasar. Ini adalah siklus kebaikan yang ingin kami jaga di Purwoasri,” tambah Indah.
Ke depan, ribuan paket makanan berprotein akan disalurkan kepada anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Desa Belor. Warga berharap program ini mampu meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa.[asg/aje]






