Jember (beritajatim.com) – Dengan luas wilayah 3.293,34 kilometer persegi, Kabupaten Jember, Jawa Timur, memerlukan tambahan tiga pos pemadam kebakaran (damkar) baru. Saat ini Jember baru punya tiga pos dan satu markas komando yang berada di bawah Satuan Polisi Pamong Praja.
Selain di markas komando yang terletak di Jalan Danau Toba, Kecaatan Sumbersari, pos komamdo pemadam kebakaran juga terdapat di Kecamatan Kalisat, Rambipuji, dan Ambulu. “Idealnya kita harus tambah tiga lagi, untuk sektor timur itu di Mayang, sektor barat di Tanggul, dan sektor ujung selatan Kencong,” kata Kepala Satpol PP Jember Bambang Rudianto, Kamis (26/2/2026).
Namun untuk menambah posko dibutuhkan anggaran tak sedikit “Tapi kami mengajukan proposal ke Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri dan Direktur Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat. Saat ini sedang berproses,” kata Rudianto.
Pembukaan posko baru membutuhkan tambahan mobil pemadam baru dan suplai airnya, serta mobil pertolongan atau penyelamatan. “Jadi selain pemadaman, justru yang banyak adalah penyelamatan, bagaimana pada saat ular masuk rumah, cincin yang enggak bisa dilepas, dan sebagainya,” kata Rudianto.
Selain itu dibutuhkan sumber daya manusia untuk menjadi personel di tiga posko baru. Saat ini junlah personel damkar di seluruh Jember adalah 81 orang. “Tentu perlu penambahan personel,” kata Rudianto.
Namun tiga posko yang lama juga butuh perhatian. Saat ini tiga mobil pemadam di markas komando Unit Pelaksana Teknis Pemadam Kebakaran Jember sudah uzur. Hanya dua unit mobil yang layak pakai.
Gara-gara kondisi yang tak layak, menurut Rudianto, mobil damkar sempat mogok usai menjalankan tugas di Kecamatan Balung. “Tahun ini kami mendapat tambahan satu unit mobil pemadam baru dengan kapasitas air empat ribu liter, harganya Rp 2 miliar,” katanya. [wir]






