Magetan (beritajatim.com) – Komandan Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, menyematkan Badge 2.000 Jam Terbang kepada Mayor Pnb Fulgentius Dio “Lizard” Prakoso dalam sebuah upacara tradisi kebanggaan di Shelter Skadron Udara 3, Rabu (25/2/2026).
Penyematan badge ini menjadi pengakuan resmi atas dedikasi dan profesionalisme tinggi yang ditunjukkan Mayor Dio selama bertugas sebagai penerbang tempur. Total 2.000 jam terbang tersebut dibukukan menggunakan pesawat tempur andalan TNI AU, F-16 Fighting Falcon, yang diperoleh melalui berbagai penugasan operasi dan latihan baik di dalam maupun luar negeri.
Dalam sambutannya, Danlanud Iswahjudi menegaskan bahwa capaian 2.000 jam terbang bukanlah sekadar angka administratif, melainkan tonggak sejarah dalam karier seorang penerbang tempur.
“Pencapaian ini adalah milestone yang mencerminkan tingkat kepercayaan, tanggung jawab, dan kematangan dalam mengoperasikan alutsista milik negara secara aman dan bertanggung jawab,” tegas Danlanud di hadapan para personel Skadron Udara 3.
Orang nomor satu di Lanud Iswahjudi ini juga menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak dapat diraih oleh semua personel. Dibutuhkan performa keterampilan individu yang tinggi, ketepatan pengambilan keputusan dalam situasi kritis, serta konsistensi dalam menjaga keselamatan terbang di berbagai kondisi dan dinamika penugasan.
“Dua ribu jam terbang dicapai melalui proses yang panjang, disiplin yang kuat, serta pengalaman menghadapi beragam situasi operasi. Ini bukti nyata komitmen seorang penerjang awan dalam mengawal kedaulatan udara NKRI,” lanjutnya.
Lebih jauh, Danlanud menekankan bahwa pada tahap karier seperti ini, tuntutan profesionalisme tidak hanya terbatas pada kemampuan individu. Seorang penerbang senior dituntut untuk berperan dalam membentuk dan menjaga budaya terbang yang baik di kesatuannya.
“Mereka harus menjadi teladan, serta berkontribusi aktif terhadap pembinaan penerbang-penerbang muda lainnya sesuai dengan harapan organisasi. Ini adalah amanah besar yang menyertai prestasi tersebut,” imbuhnya.
Mayor Pnb Fulgentius Dio “Lizard” Prakoso sendiri dikenal sebagai penerbang tempur yang telah malang melintang di berbagai penugasan. Panggilan “Lizard” yang melekat pada dirinya merupakan callsign yang disematkan sebagai identitas kebanggaan di dunia penerbangan militer.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi contoh dan motivasi bagi seluruh penerbang di jajaran Lanud Iswahjudi, sekaligus memperkuat budaya profesional di lingkungan Skadron Udara 3. Keberhasilan individu ini juga tidak terlepas dari dukungan dan kerja keras seluruh personel Skadron Udara 3 sebagai satu kesatuan tim yang solid, serta keluarga besar TNI AU.
Acara penyematan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan khas tradisi korps penerbang, menandai babak baru pengabdian Mayor Dio dengan tanggung jawab yang lebih besar di masa mendatang. [fiq/aje]






