Mojokerto (beritajatim.com) — Pemerintah pusat bersama instansi terkait turun langsung ke pasar tradisional untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan. Tim dari Badan Pangan Nasional (BAPANAS RI), Satgas Pangan, dan Perum Bulog Cabang Mojokerto melakukan pemantauan di dua pasar utama wilayah Mojokerto.
Dua lokasi yang menjadi sasaran monitoring yakni Pasar Mojosari di Kabupaten Mojokerto dan Pasar Tanjung Anyar di Kota Mojokerto. Kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan pasokan serta keterjangkauan harga bagi masyarakat menjelang meningkatnya kebutuhan pangan.
Dari hasil pemantauan, kondisi harga dinilai relatif stabil dengan pasokan yang mencukupi.
Beberapa komoditas memang mengalami kenaikan tipis, namun masih dalam batas wajar dan belum mengganggu daya beli masyarakat. Pemantauan tersebut merupakan langkah antisipatif untuk mencegah gejolak harga sekaligus memastikan distribusi pangan berjalan lancar. Pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa terbebani lonjakan harga.
Pimpinan Bulog Cabang Mojokerto, Muhammad Husin menegaskan kesiapan stok beras sebagai komoditas utama. Bulog menegaskan, cadangan beras dalam kondisi aman untuk menghadapi Ramadan hingga Idul Fitri. “Stok beras mencukupi dan siap digunakan apabila diperlukan intervensi pasar,” ungkapnya, Selasa (17/2/2026).
Melalui sinergi antara BAPANAS, Satgas Pangan, dan Bulog, pemerintah berharap stabilitas harga dan ketahanan pangan di Mojokerto tetap terjaga. Pengawasan langsung di lapangan juga menjadi upaya nyata untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tersedia secara cukup, aman, dan terjangkau. [tin/but]







