Surabaya (beritajatim.com) — Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mewaspadai kekuatan serangan cepat Bhayangkara FC jelang pertemuan kedua tim, Sabtu malam (14/2/2026). Tim yang dilatih Paul Munster itu dinilai tengah bangkit, terutama setelah kedatangan sejumlah pemain baru.
Mantan pelatih PSM Makassar tersebut menilai duel di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, bakal berlangsung menantang. Bhayangkara FC disebut menunjukkan peningkatan signifikan pada putaran kedua kompetisi, terutama usai mendatangkan pemain asing berpengalaman.
“Mereka lebih kuat di pertandingan-pertandingan terakhir. Mereka adalah tim yang suka bermain dengan transisi ofensif,” kata Bernardo Tavares saat jumpa pers jelang laga, Jumat (13/2/2026).
Kecepatan permainan Bhayangkara FC menjadi perhatian serius Persebaya. Skuad lawan dinilai memiliki pemain-pemain dengan kemampuan tembakan jarak jauh yang berbahaya. “Pemain-pemain yang bisa menembak dengan sangat baik dari luar kotak penalti. Jadi kita perlu mewaspadai hal ini,” tambahnya.
Tavares juga meminta anak asuhnya tidak terlena dengan tren positif dalam beberapa pertandingan terakhir. Ia menegaskan hasil masa lalu tidak akan memberi pengaruh pada laga yang akan datang.
Pada putaran pertama, Persebaya gagal meraih kemenangan setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara FC. “Sekarang timnya berbeda. Tim ini diperkuat banyak pemain baru dan pemain berpengalaman,” tegas Bernardo Tavares.
Meski mengakui pertandingan tidak akan mudah, ia optimistis dengan kesiapan timnya yang telah menyiapkan strategi khusus untuk meredam kekuatan Bhayangkara FC.
Persebaya juga mendapat tambahan kekuatan dengan kembalinya Bruno Moreira dan Milos Raickovic yang sebelumnya absen akibat akumulasi kartu. “Kami akan mencoba menemukan strategi. Agar para pemain berusaha melakukan yang terbaik untuk bisa mendapatkan hasil yang baik di sini,” tutupnya. (way/kun)






