Blitar (beritajatim.com) – Ratusan warga di tiga kelurahan di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, kini hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Pasalnya, rumah-rumah warga yang berada di pinggiran Sungai Lekso terancam longsor usai tanahnya terus terkikis aliran air.
Aliran air Sungai Lekso memang terus membesar seiring dengan tingginya curah hujan dan meningkatnya sedimentasi. Kondisi itu membuat tanah di tepi sungai habis terkikis. Dampaknya, rumah warga yang berada di sekitar sungai kini terancam longsor.
“Aliran Sungai Lekso itu mengikis tanah-tanah yang ada di sekitarnya. Akhirnya terjadi longsor dan di atasnya itu rumah-rumah, jadi itu ancaman nyata,” ucap Mustofa, perwakilan warga Babadan, Wlingi, Kabupaten Blitar, Selasa (10/2/2026).
Menurut warga, aliran Sungai Lekso sudah mengikis tanah di sekitarnya hingga sepanjang sekitar 150 meter. Penyebabnya adalah sedimentasi. Sungai yang dangkal membuat aliran air terus menyebar dan mengikis tanah di tepi. “Itu ada sekitar 150 meter yang telah dikikis. Dulu sungai itu hanya ada di tengah saja,” tegasnya.
Adapun ratusan rumah warga yang terancam longsor akibat aliran Sungai Lekso ini berada di Kelurahan Babadan, Beru, dan Tangkil, yang semuanya berada di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Warga pun berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera melakukan normalisasi sungai. “Harapannya seperti itu, jadi ada normalisasi sungai,” tandasnya. (owi/kun)






