Surabaya (beritajatim.com) — Sebuah perhelatan mode yang sarat makna kembali dihadirkan oleh Batik Danar Hadi. Mengusung semangat harmoni dalam keberagaman, rumah batik legendaris Indonesia ini meluncurkan koleksi terbarunya bertajuk “Sekar Setaman”, sebuah konsep yang terinspirasi dari keindahan taman bunga Nusantara—berbeda rupa, warna, dan karakter, namun tumbuh berdampingan dalam satu keselarasan yang utuh.
Koleksi Sekar Setaman mengeksplorasi filosofi empat bunga khas Nusantara, yakni Seruni, Anggrek Bulan, Kenanga, dan Mawar. Keempat bunga tersebut dipilih bukan sekadar karena keindahan visualnya, tetapi juga karena makna simbolis yang melekat.
Seruni melambangkan keteguhan dan kesederhanaan, Anggrek Bulan merepresentasikan keanggunan dan kemurnian, Kenanga identik dengan keharuman dan kelembutan, sementara Mawar menjadi simbol cinta dan keindahan yang abadi.
Managing Director Batik Danar Hadi, Diana Santosa, menjelaskan bahwa tema ini diangkat dengan semangat optimisme. Menurutnya, koleksi ini merefleksikan harapan akan awal tahun yang “blooming”, penuh energi positif, dan membawa perbaikan. Selain itu, tren fashion 2026 yang banyak mengangkat elemen floral turut menjadi inspirasi utama dalam pengembangan desain.

“Berbagai macam bunga kami olah menjadi motif batik yang diterjemahkan ke dalam garis desain khas Danar Hadi. Mulai dari bunga mawar, seruni, hingga anggrek, semuanya kami implementasikan dengan pendekatan yang elegan dan modern,” ujar Diana saat pagelaran busana Batik Danar Hadi di de Soematra 1910, Surabaya, Sabtu (7/2/2026).
Dari sisi teknik, koleksi ini menampilkan kekayaan proses batik Indonesia melalui batik cap, batik tulis, dan tulkom (tulis kombinasi). Material yang digunakan pun tergolong premium, seperti sutra crepe, Thai silk, serta tenun ATBM, yang semakin menegaskan kesan mewah dan eksklusif. Untuk palet warna, Danar Hadi memilih nuansa feminin yang lembut namun tetap berkarakter, selaras dengan tema bunga yang menjadi benang merah koleksi ini.
Sebanyak 60 busana perempuan dan 10 kain selendang diperagakan dalam fashion show ini. Dari segi harga, koleksi Sekar Setaman dibanderol cukup variatif. Batik tulis premium dihargai di atas Rp10 juta, batik cap berbahan sutra berkisar Rp5–6 juta, sementara batik cap berbahan katun tersedia di kisaran Rp3 jutaan.
Diana Santosa berharap peragaan busana ini dapat mendorong masyarakat agar semakin percaya diri mengenakan batik sebagai busana keseharian, bukan hanya untuk acara formal. Batik, menurutnya, adalah identitas yang fleksibel dan relevan untuk berbagai aktivitas.
Acara ini juga mendapat apresiasi dari Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, yang turut hadir dan menyampaikan kebanggaannya. Ia menilai Danar Hadi sebagai ikon batik Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
“Sukses dan terus mengibarkan nama harus Indonesia di kancah internasional. Karena batik adalah salah satu warisan bangsa kita, maka siapa lagi yang layak untuk membudayakan batik selain kita warga Indonesia. Sukses untuk Danar Hadi,” ujarnya. (fyi/suf)






