Pasuruan (beritajatim.com) – Polres Pasuruan melakukan tindakan tegas dengan melarang sejumlah armada Jeep wisata Bromo untuk beroperasi saat menggelar ramcheck di Rest Area Tosari. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh kendaraan yang mengangkut wisatawan di medan terjal memiliki standar keamanan dan legalitas yang jelas.
Dalam inspeksi mendadak tersebut, petugas menemukan adanya unit Jeep yang tetap nekat beroperasi meskipun sang pengemudi tidak memiliki dokumen berkendara yang sah. Fokus pengawasan ini bertujuan menekan angka kecelakaan di jalur wisata yang dikenal memiliki risiko tinggi akibat kontur jalan dan cuaca ekstrem.
“Kendaraan dan pengemudi harus benar-benar dipastikan siap karena jalur menuju Bromo memiliki risiko yang cukup tinggi,” ujar Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Derie Fradesca.
Dari belasan unit yang diperiksa secara detail, hanya sepuluh Jeep yang mendapatkan stiker layak jalan setelah dinyatakan lolos verifikasi teknis maupun administrasi. Sementara itu, tiga unit lainnya terpaksa dihentikan operasionalnya karena pengemudinya tidak mampu menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM).
Selain pengecekan fisik kendaraan, pihak kepolisian juga menggandeng tim medis untuk melakukan tes urine secara mendadak kepada para sopir Jeep dan bus pariwisata. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh pengemudi dinyatakan negatif narkoba, yang berarti mereka dalam kondisi fisik prima untuk melayani wisatawan.
“Kami ingin memastikan wisatawan merasa aman dan pengemudi benar-benar mematuhi aturan,” tegas Harto
Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja guna memberikan jaminan keselamatan yang menyeluruh bagi para pengunjung Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kendaraan yang tidak layak atau tidak tertib administrasi langsung diberikan teguran keras sebagai bagian dari Operasi Keselamatan Semeru 2026.
Sebagai bentuk apresiasi bagi sopir yang tertib, petugas membagikan paket sembako serta memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kondisi kendaraan secara rutin. Polres Pasuruan berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan di jalur wisata demi menciptakan kenyamanan bagi para pelancong lokal maupun mancanegara. (ada/ian)






