Banyuwangi (beritajatim.com) – Jajaran Polresta Banyuwangi turun langsung ke lapangan untuk menambal jalan berlubang, salah satunya di Jl Ahmad Yani kelurahan Taman Baru Banyuwangi.
Tidak hanya di wilayah perkotaan, namun penambalan jalan berlubang juga di lakukan pada 25 kecamatan secara mandiri.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., melalui Kasat Samapta, Kompol Suhartanto, S.H., M.H mengatakan, penambalan jalan ini merupakan bentuk perhatian dari Polresta Banyuwangi dalam memastikan warga berkendara dengan aman. Dengan tertutupnya lubang jalan tersebut, diharapkan risiko fatalitas akibat infrastruktur yang rusak dapat diminimalisir.
“Kami ingin mengurangi dampak kecelakaan lalu lintas yang disebabkan karena faktor jalan berlubang,” ujar Suhartanto, Rabu (4/2/2026).
Penambalan jalan berlubang juga menyisir jalan-jalan protokol di 25 kecamatan seluruh Banyuwangi dengan melibatkan peran aktif Polsek setempat.
“Jadi kegiatan penambalan jalan berlubang ini bersifat sementara. Nanti akan ditindaklanjuti jika sudah muncul program perbaikan jalan dari Dinas PU untuk dimuluskan,” cetus Kompol Tanto.
Penambalan jalan berlubang ini juga selaras dengan adanya Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang berlangsung sejak tanggal 2 hingga15 Februari 2026.
Operasi tersebut menjadi langkah dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman, nyaman dan selamat. Sekaligus tahap awal cooling system menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.
Kompol Tanto juga mengimbau kepada masyarakat supaya lebih patuh aturan dengan tertib dalam berlalu lintas, diantarana selalu memakai helm SNI, membawa surat lengkap hingga tidak ngebut dijalan. Selain itu juga, warga diingatkan agar mengutamakan kesehatan saat berkendara.
“Tidak harus memaksakan diri, kalau lelah di jalan lebih baik untuk berhenti sejenak,” tandasnya. [alr/aje]






