Blora (beritajatim.com) – Wacana perpanjangan kontrak pengelolaan Blok Cepu tak hanya berbicara soal kelanjutan produksi minyak.
Di balik pembahasan tersebut, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Blora mendorong agenda strategis lain, yakni pengaktifan Lapangan Gas Giyanti di Kecamatan Sambong.
Lapangan gas yang selama ini belum dimanfaatkan optimal itu kembali mengemuka seiring rencana perpanjangan kontrak Blok Cepu hingga 20 tahun ke depan.
Aktivasi Giyanti dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan penerimaan daerah dari sektor migas.
Komisaris PT Blora Patra Energi (BPE), Seno Margo Utomo, menyebut keberlanjutan Blok Cepu memiliki arti penting bagi Blora dan daerah penghasil lainnya. Selain menjaga kontribusi migas nasional, perpanjangan kontrak diharapkan membuka ruang optimalisasi lapangan-lapangan potensial, termasuk Gas Giyanti.
“Pengaktifan Lapangan Gas Giyanti menjadi salah satu usulan yang terus kami dorong. Potensinya besar, baik untuk menambah Dana Bagi Hasil migas maupun mendukung kebutuhan energi daerah,” kata Seno, Selasa (3/2/2026).
Blok Cepu yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sendiri telah menjadi tulang punggung penerimaan negara sejak mulai berproduksi pada 2008. Hingga kini, kata dia, kontribusinya tercatat melampaui 35 miliar dolar Amerika Serikat atau setara ratusan triliun rupiah, menjadikannya salah satu aset strategis sektor energi nasional.
Produksi Blok Cepu sempat mencapai puncak pada 2018 dengan sekitar 220 ribu barel minyak per hari. Meski produksi mengalami penyesuaian dalam beberapa tahun terakhir, perannya masih signifikan dengan kontribusi sekitar sepertiga dari total lifting minyak nasional.
Menurut Seno, pembahasan perpanjangan kontrak melibatkan pemerintah pusat serta empat daerah yang masuk wilayah kerja Blok Cepu. Bagi Blora, agenda ini tidak hanya soal keberlanjutan migas, tetapi juga menyangkut arah pembangunan jangka panjang.
“Aktivasi Lapangan Gas Giyanti strategis untuk mendukung rencana pengembangan kawasan industri terpadu di Blora. Ketersediaan pasokan gas diyakini mampu menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan,” pungkasnya. [lus/ted]






