Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mencatat produksi sampah warga yang tertampung di Tempat Penampungan Sementara (TPS) mencapai 1.600 ton setiap hari, Selasa (3/2/2026).
Sampah 1.600 ton itu berasal dari seluruh TPS di Kota Pahlawan, setiap hari rutin diangkut dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terletak di Benowo.
“Sampah TPS se Surabaya per hari, kurang lebih 1.600 ton. Semua dibawa ke TPA Benowo,” kata Kabid Kebersihan dan Pemberdayaan DLH Kota Surabaya, Wasis Sutikno.
Wasis menjelaskan, meskipun sampah dari TPS di Surabaya ini rutin diangkut dan dibawa ke TPA Benowo, prilaku warga yang membuang sampah liar masih marak dan menjadi tantangan edukasi kepada warga.
Ia memaparkan, sampai saat ini tercatat ada 68 titik lokasi pembuangan liar, yang jadi langganan warga.
“Kita yustisi (penindakan) agar ini tidak dibuangi sampah liar terus,” paparnya.
DLH Kota Surabaya berharap, setiap warga dapat mengelola sampah rumah tangga secara mandiri melalui pemilihan sampah organik dan anorganik. Sehingga volume sampah yang masuk ke TPA Benowo nantinya bisa dapat terus ditekan jumlahnya
“Kita juga lakukan penyuluhan ke semua RW agar mampu memilah sampah. Memulai bijak dalam hidup sehat dan bersih dengan mencintai lingkungan, sehingga Surabaya kota kita bersama bisa zero waste,” pungkasnya. [rma/aje]






