Pacitan (beritajatim.com) – Wilayah Kabupaten Pacitan diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,5 pada Selasa pagi (27/1/2026) sekitar pukul 08.20 WIB yang dirasakan sangat kuat di daratan. Guncangan ini dilaporkan memicu kepanikan luar biasa di beberapa titik, terutama bagi warga yang bermukim di Kecamatan Tulakan dan Tegalombo.
Berdasarkan data teknis BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 8,14 Lintang Selatan dan 111,33 Bujur Timur dengan kedalaman mencapai 105 kilometer. Meskipun berpusat di darat sekitar 25 kilometer timur laut Pacitan, otoritas memastikan peristiwa ini tidak memicu potensi gelombang tsunami.
Kepanikan warga terekam jelas di Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan, di mana para penduduk seketika berhamburan keluar bangunan demi menghindari risiko reruntuhan. Sinta, salah satu warga setempat, mengaku langsung bertindak cepat demi menyelamatkan nyawa anggota keluarganya saat getaran hebat mulai terasa.
“Waktu gempa terjadi saya langsung menggendong anak dan keluar rumah. Saat masih berjalan, gempa besar kembali terasa, getarannya kuat sekali,” ujar Sinta saat menceritakan kepanikannya, Selasa (27/1/2026).
Durasi gempa yang dirasakan cukup lama membuat sebagian besar warga memilih untuk tetap bertahan di ruang terbuka hingga situasi benar-benar kondusif. Mereka khawatir akan adanya potensi gempa susulan yang bisa merusak struktur bangunan yang mungkin sudah retak akibat guncangan pertama.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan, Yagus Triarso, menyatakan bahwa pihaknya melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) terus melakukan pemantauan intensif. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang signifikan secara massal.
“Untuk sementara Pusdalops BPBD Pacitan belum menerima laporan kerusakan. Kami masih melakukan pemantauan dan koordinasi dengan relawan serta aparat di wilayah terdampak,” jelas Yagus kepada awak media.
Lebih lanjut, Yagus memberikan analisis awal mengenai pemicu gempa yang sangat terasa di wilayah Tulakan dan Tegalombo tersebut. Kuat dugaan bahwa pergerakan lempeng kali ini berkaitan erat dengan salah satu struktur geologi aktif yang melintasi wilayah Kabupaten Pacitan.
“Lokasinya di sekitar Kecamatan Tulakan dan Tegalombo. Kelihatannya ini aktivitas Sesar Grindulu,” tambahnya terkait fenomena tektonik yang terjadi di kawasan pegunungan seribu tersebut.
Pihak BPBD Pacitan secara tegas menghimbau masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi resmi. Warga diminta untuk tetap tenang dan segera memeriksa integritas struktur bangunan masing-masing pascaguncangan terjadi.
“Masyarakat kami imbau tetap tenang, jangan panik, periksa kondisi rumah masing-masing, dan segera melapor ke perangkat desa atau BPBD jika ditemukan kerusakan,” tegas Yagus.
Langkah mitigasi mandiri seperti menyiapkan tas siaga bencana dan memahami jalur evakuasi kembali ditekankan kepada masyarakat lereng gunung. Kewaspadaan ini sangat penting mengingat aktivitas sesar aktif dapat memicu rentetan getaran susulan yang sulit diprediksi secara pasti. [tri/beq]






