Madiun (beritajatim.com) – Jasad Sami (70), seorang warga lanjut usia asal Desa Golan, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, ditemukan meninggal dunia di tepi sungai pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Korban ditemukan oleh tim gabungan dalam kondisi tidak bernyawa setelah sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus sungai saat membuang sampah.
Lokasi penemuan jasad berada di dekat rimbunan pohon bambu yang berjarak sekitar satu kilometer dari titik awal korban terakhir kali terlihat. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI-Polri, relawan, dan warga setempat telah melakukan penyisiran intensif sejak Minggu sore kemarin.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Madiun, Endi Rukmana, membenarkan bahwa laporan kehilangan korban diterima pada Minggu (25/1/2026) sore hari. Pihaknya segera mengerahkan personel untuk menyisir aliran sungai yang memiliki medan cukup menantang tersebut.
“Pencarian dilakukan sejak sore hingga malam hari, kemudian dilanjutkan pagi ini. Korban ditemukan di bagian sungai yang berbelok, cukup jauh dari lokasi awal,” jelas Endi.
Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, korban diduga terpeleset saat sedang melakukan rutinitas harian membuang sampah di pinggir sungai. Petugas menemukan barang bukti berupa tongkat milik korban serta jejak kaki di area pembuangan sampah yang licin.
Sebelum musibah terjadi, nenek Sami sempat berpamitan kepada pihak keluarga untuk pergi membuang sampah seperti biasanya. Kecurigaan keluarga muncul ketika korban tidak kunjung kembali ke rumah hingga menjelang petang hari.
Kepala Dusun II Desa Golan, Zulfain Rufiah, menjelaskan bahwa warga pertama kali menemukan tongkat kayu milik korban tertinggal di lokasi pembuangan sampah. Temuan benda milik korban tersebut memperkuat dugaan bahwa lansia tersebut terjatuh ke dalam aliran sungai.
“Awalnya warga mencari di sekitar rumah dan kebun. Setelah tongkat ditemukan di pinggir sungai, pencarian difokuskan ke aliran sungai,” ujar Zulfain.
Jenazah korban segera dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Soedono Kota Madiun untuk menjalani prosedur visum luar. Pihak keluarga menyatakan telah menerima peristiwa duka ini sebagai musibah murni dan mengikhlaskan kepergian almarhumah.
Kejadian memilukan ini menjadi peringatan keras bagi warga, terutama kelompok lanjut usia, untuk lebih waspada saat beraktivitas di dekat aliran sungai. Medan yang licin ditambah debit air yang sewaktu-waktu meningkat dapat membahayakan keselamatan jiwa jika tidak berhati-hati. [rbr/beq]







