Banyuwangi (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi menerima bantuan 60 ribu sachet susu pendamping bagi pasien tuberkulosis (TB) paru dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Senin (26/1/2026). Bantuan ini merupakan bagian dari pilot project nasional untuk menguji efektivitas asupan nutrisi tambahan terhadap percepatan kesembuhan pasien yang tengah menjalani terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT).
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menjelaskan bahwa total bantuan yang diterima tersebut dikemas ke dalam 1.000 dus. Setiap dus berisi 60 sachet susu formula khusus yang menggunakan bahan dasar susu kambing dan ekstrak kurma berkualitas.
“Susu tersebut diperuntukkan bagi penderita TB paru yang sedang menjalani pengobatan OAT,” ujarnya.
Amir menyebutkan bahwa pemilihan Banyuwangi sebagai lokasi uji coba nasional ini merupakan bentuk prioritas Kemenkes dalam mempercepat pemulihan pasien. Program pemberian nutrisi tambahan ini diharapkan dapat memperkuat daya tahan fisik pasien selama menjalani proses pengobatan jangka panjang.
Setiap pasien yang memenuhi kriteria akan mendapatkan jatah 60 sachet susu untuk dikonsumsi secara rutin selama periode satu bulan penuh. Melalui durasi uji coba ini, tim medis akan memantau kemajuan kondisi fisik dan respon tubuh pasien terhadap kombinasi nutrisi dan obat-obatan.
“Satu pasien nanti akan mendapat 60 sachet, jadi diuji coba untuk satu bulan. Kalau berdampak baik nanti bantuan bisa ditambah,” jelasnya.
Data terbaru dari Dinkes Banyuwangi mencatat jumlah kasus TB terkonfirmasi di wilayah ini telah mencapai angka sekitar 3.000 kasus. Sementara itu, jumlah suspek TB yang masuk dalam pengawasan medis tercatat mencapai angka signifikan yakni 26 ribu orang.
Kasus penyakit paru ini didominasi oleh kelompok usia produktif antara 15 hingga 59 tahun, yang mencakup kalangan Gen Z hingga dewasa awal. Wilayah Banyuwangi Kota menjadi penyumbang kasus terbanyak dengan 291 kasus, disusul oleh Kecamatan Kalipuro sebanyak 231 kasus dan wilayah Muncar.
“Distribusi susu ke Puskesmas sudah mulai dilakukan. Nanti akan dibagikan serentak kepada masyarakat pasien TB yang memenuhi kriteria,” tuturnya.
Amir menambahkan bahwa sasaran utama distribusi susu formula ini adalah para pasien yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Prioritas diberikan agar dukungan gizi tambahan ini dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan bantuan selama masa terapi pengobatan.
Pemerintah daerah menaruh harapan besar bahwa intervensi nutrisi ini dapat mendongkrak persentase kesembuhan pasien secara signifikan di seluruh wilayah puskesmas. Saat ini, tingkat kesembuhan pasien tuberkulosis di Kabupaten Banyuwangi masih berada pada angka 88 persen dari total kasus yang tertangani.
“Saat ini, tingkat kesembuhan TB di Banyuwangi saat ini berada di angka 88 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 95 persen. ” pungkasnya. [alr/beq]






