Malang (beritajatim.com) – Gelaran bergengsi Open House Universitas Negeri Malang (UM) 2026 yang berlangsung di Graha Cakrawala, Rabu (21/1/2026), sukses menyedot perhatian ribuan pelajar SMA/SMK/MA. Acara ini menjadi momentum penting bagi UM untuk menegaskan wajah barunya sebagai kampus yang semakin inklusif dan tidak lagi sekadar dikenal sebagai pencetak tenaga pendidik.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan kuat mengenai transformasi universitas. Rektor menegaskan bahwa UM kini telah berkembang pesat dengan proporsi program studi (prodi) yang semakin seimbang.
“UM tidak hanya berfokus pada kependidikan. Sebanyak 48 persen program studi kami merupakan nonkependidikan. Kami terus mengembangkan program studi, meningkatkan fasilitas pembelajaran, dan memperluas akses beasiswa,” tegas Prof. Hariyono di hadapan ribuan peserta yang hadir dengan penuh antusiasme.
Selain pemaparan visi universitas, Open House UM 2026 juga menghadirkan sesi krusial berupa talk show Seleksi Mahasiswa Baru. Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd., memandu langsung sesi yang mengupas jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ibrahim meluruskan simpang siur informasi yang beredar di masyarakat terkait syarat masuk UM.
“Tes Kemampuan Akademik tidak menjadi syarat seleksi masuk UM. Kami ingin calon mahasiswa memperoleh informasi yang benar dan utuh,” jelasnya. Hal ini menjadi angin segar bagi calon mahasiswa baru agar dapat mempersiapkan strategi seleksi dengan lebih tepat.
Salah satu sorotan utama yang berhasil mencuri perhatian pengunjung dalam Open House kali ini adalah stan pameran Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (FV UM). Menampilkan etalase nyata pembelajaran berbasis praktik, FV UM sukses membuat para pelajar terpukau.
Beragam inovasi dari hampir seluruh program studi dipamerkan. Mulai dari kostum artistik tugas akhir mahasiswa D4 Desain Mode, animasi 2D dari D4 Animasi, hingga kecanggihan sistem elektronika dan robotik karya mahasiswa D4 Teknologi Rekayasa Sistem Elektronika.
Tak ketinggalan, inovasi di bidang manufaktur seperti cetakan molding plastik dan teknologi 3D printing karya mahasiswa D4 Teknologi Rekayasa Manufaktur turut dipajang. Di sektor kuliner, aroma roti sourdough hasil praktik mahasiswa D4 Tata Boga juga menjadi daya tarik tersendiri.
Jibril Maulana, S.T., M.T., Dosen FV UM, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan bukti konkret dari kurikulum vokasi yang diterapkan di UM. Menurutnya, karya-karya tersebut bukan sekadar pajangan, melainkan hasil dari proses perkuliahan yang intensif.
“Di Fakultas Vokasi, sekitar 70 persen pembelajaran berbasis praktik. Setiap mata kuliah diarahkan menghasilkan produk atau prototipe agar mahasiswa terbiasa dengan dunia kerja,” ujar Jibril kepada beritajatim.com, Kamis (22/1/2026).
Ia menambahkan bahwa sebagian besar karya yang dipamerkan merupakan luaran mata kuliah yang dikerjakan dalam waktu singkat, sekitar satu hingga dua bulan, serta produk pengembangan dosen untuk sarana praktikum. Fasilitas canggih seperti lengan robot lintas program studi juga turut diperkenalkan.
Kualitas pendidikan vokasi UM juga dibuktikan melalui prestasi nasional. Salah satunya adalah prototipe kapal Athena Argus karya mahasiswa D4 Teknologi Rekayasa Sistem Elektronika yang berhasil meraih Juara III pada Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025.
Kemeriahan acara yang didukung penampilan dari 11 fakultas serta hiburan UKM Band Opus ini meninggalkan kesan mendalam bagi pengunjung. Julia Adel, siswi SMK NMC jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), mengaku terinspirasi setelah melihat langsung karya mahasiswa UM.
“Saya kagum melihat karya Fakultas Vokasi UM, terutama di bidang animasi. Karyanya terlihat keren dan kreatif, membuat saya ingin melanjutkan studi di UM,” tuturnya menutup. (dan/kun)






