Situbondo (beritajatim.com) – Kabupaten Situbondo diterjang banjir cukup parah pada Rabu, 21 Januari 2026 malam. Tidak hanya rumah warga. Minimarket berjaringan hingga kantor camat ikut tergenang.
Video amatir warga menghiasi media sosial sejak petang. Mereka melaporkan kondisi terkini yang menimpa lingkungan tempat ia berpijak.
“Air sudah masuk ke dalam rumah. Tidak bisa lewat. Barang-barang di dalam rumah diselamatkan semua,” kata seorang warga Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur sembari merekam genangan air dari beranda rumahnya.
Ada juga warga tampak pasrah duduk santai saat air membanjiri seisi rumahnya. Pria itu memegang rokok dan membiarkan tubuhnya diterjang aliran air.
“Kaso lah ye? (capek sudah ya?),” ucap seorang perempuan sembari tertawa ketika mengabadikan tingkah pasrah pria tersebut.
Genangan air juga masuk ke dalam minimarket berjaringan di kawasan Desa/Kecamatan Banyuglugur. “Info, pak. Toko banjir, pak. Tolong-tolong! Banjir, pak!” pekik seseorang di depan Indomaret. Air sudah masuk ke dalam toko yang membuat sebagian rak tergenang.
Air juga menggenangi kawasan depan alun-alun Patialus, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur. Bahkan warga meminta pengendara untuk memutar balik kendaraannya.
“Untuk kendaraan (menuju arah barat) dimohon putar balik ke timur. Bisa parkir sementara di alun-alun Besuki,” saran perekam video yang berada di tengah jalan untuk mengatur lalu lintas kendaraan.
Tidak hanya di Banyuglugur, kantor Camat Bungatan juga tak luput dari genangan air. Di Kecamatan Mlandingan bahkan air deras membawa material bebatuan.
“Kondisi saat ini di jalan pantura kembangsambi, tanggul jebol membawa material batu kecil dan batu-batu besar,” kata Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono.
Ia menyatakan bahwa petugas dan relawan masih bergerak di lapangan, termasuk untuk menghimpun data terkini.
Diketahui, hujan deras berjam-jam melanda Kabupaten Situbondo dan Bondowoso sejak siang hingga malam hari.
Situbondo sendiri merupakan wilayah hilir sungai. Air dari sungai sampean baru Bondowoso menuju ke hilir sebelum akhirnya ke laut Situbondo. (awi/but)






