Ngawi (beritajatim.com) — Cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas tinggi dengan durasi cukup lama melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi, Selasa (20/1/2026) sore.
Kondisi tersebut memicu berbagai kejadian bencana, mulai dari luapan air, tanah longsor, hingga pohon tumbang yang berdampak pada permukiman warga dan akses jalan.
Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Ngawi, Partoyo, menyampaikan bahwa laporan kejadian diterima Pusdalops-PB BPBD sekitar pukul 17.30 WIB. Hujan deras yang mengguyur beberapa kecamatan menyebabkan air meluap di sejumlah titik serta menimbulkan kerusakan ringan hingga sedang.
Di Kecamatan Widodaren, luapan air dilaporkan terjadi di Dusun Pilangpetek, Desa Sekarputih. Sementara itu, Kecamatan Kedunggalar menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup luas. Luapan air tercatat terjadi di Desa Jatigembol, Desa Wonorejo, Desa Kedunggalar tepatnya di Dusun Durenan RT 10 RW 01 dengan jumlah terdampak sekitar 50 rumah, Desa Begal, serta Desa Bangunrejo Kidul Dusun Plosuku RT 05 RW 04.
“Bencana juga terjadi di Kecamatan Ngrambe. Sebuah dapur rumah milik Ibu Kartini yang berada di Dusun Pule RT 001 RW 003, Desa Ngrambe roboh akibat kondisi cuaca ekstrem. Selain itu, tanah longsor menutup akses jalan utama Jogorogo–Ngrambe di Dusun Mangkleng, Desa Ngrambe, sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas,” kata Partoyo.
Di wilayah Kecamatan Sine, pohon tumbang menutup akses jalan desa di Dusun Kopenan RT 03 RW 01, Desa Ketanggung. Kejadian tersebut juga mengakibatkan tiang listrik roboh dan menimpa satu unit sepeda motor yang sedang terparkir. Sepeda motor tersebut diketahui milik Vironica Dwiyanti Anggraini, warga Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen.
Meski sejumlah wilayah terdampak, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Ngawi langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan asesmen, pengamanan lokasi, serta pengkondisian wilayah terdampak.
Penanganan bencana melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Kabupaten Ngawi, TNI, Polri, Damkar Ngawi, potensi relawan, serta masyarakat setempat. BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Ngawi. [fiq/ted]






