Malang (beritajatim.com) – Guna memberikan rasa aman di lingkungan STM Turen, Kepolisian Resor Malang bakal mengerahkan personelnya untuk berjaga di lingkungan STM Turen dan SMP Bhakti yang ada di Jalan Raya Panglima Sudirman, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
Kapolres Malang, AKPB Taat Resdianto meminta semua pihak menahan diri berkaitan dengan konflik yang sedang berjalan saat ini.
“Kita harus menjujung tinggi hak siswa dalam belajar,” tegas Muhammad Taat, Sabtu (17/1/2026) siang usai mediasi bersama Forkopimda Kabupaten Malang.
Berkaitan dengan konflik yayasan yang terjadi, Taat menyebut bahwa dualisme itu tengah berproses di ranah hukum. Sehingga, pihaknya berharap semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
“Berkaitan dengan konflik ini, ada dua perkara yang ditangani Polres Malang dan satu perkara ditangani Polda Jawa Timur. Jadi saya harap hormati proses-proses tersebut dan mementingkan proses belajar anak,” terangnya.
Untuk memastikan keamanan di lingkungan sekolah, lanjut Taat, pihaknya telah menerjunkan personel untuk berjaga di lingkungan sekolah.
Hal itu guna mengantisipasi aksi-aksi anarkis seperti yang telah terjadi pada Kamis (15/1/2026) kemarin. Dimana gelaran pentas seni yang dilaksanakan siswa di lingkungan sekolah, berujung aksi pengrusakan fasilitas sekolah, hingga membuat beberapa siswa terluka parah.
“Iya, untuk menjaga keamanan di lokasi sekolah, jajaran Polsek Turen dan Koramil Turen menerjunkan personel untuk berjaga di lokasi sekolah,” Taat mengakhiri. (yog)






