Bojonegoro (beritajatim.com) – Perjalanan KA Gumarang relasi Pasarsenen–Surabaya Pasarturi sempat mengalami gangguan pada Kamis (15/1) pagi setelah rangkaian kereta tertemper seorang warga di jalur rel wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 06.13 WIB di KM 108+½, tepatnya di antara petak jalan Stasiun Tobo dan Stasiun Kalitidu.
Begitu kejadian dilaporkan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya langsung bergerak cepat.
Koordinasi dilakukan antara masinis KA Gumarang nomor perjalanan 164, petugas Stasiun Tobo dan Kalitidu, tim pengamanan, hingga petugas pemeriksa jalur rel guna memastikan kondisi perjalanan tetap aman.
Hasil pemeriksaan Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) menyatakan lokomotif dan rangkaian kereta dalam kondisi laik operasi. Setelah melalui penanganan sesuai prosedur keselamatan, KA Gumarang kembali melanjutkan perjalanan menuju Surabaya Pasarturi.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia juga mengapresiasi respons cepat seluruh petugas di lapangan yang sigap menangani kejadian tanpa mengabaikan aspek keselamatan perjalanan kereta api.
“Kami menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini. Penanganan telah dilakukan sesuai standar operasional, dan keselamatan perjalanan tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Melalui peristiwa ini, KAI Daop 8 Surabaya kembali mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di sepanjang jalur rel. Area tersebut merupakan zona terbatas yang hanya diperuntukkan bagi operasional kereta api dan sangat berisiko bagi keselamatan.
KAI menegaskan akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi keselamatan perkeretaapian kepada masyarakat demi menciptakan perjalanan kereta api yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa. [lus/ted]






