Pasuruan (beritajatim.com) – Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Pasuruan mencatat adanya kenaikan signifikan kuota jemaah haji untuk musim haji 2026. Tahun ini, kuota yang diterima Kota Pasuruan mencapai 279 orang, meningkat 29 orang dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 250 Calon Jemaah Haji (CJH).
Peningkatan kuota tersebut berdampak langsung pada aktivitas pelayanan. Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Pasuruan di Jalan Panglima Sudirman tampak dipadati warga yang mengurus administrasi pelunasan biaya perjalanan ibadah haji, terutama menjelang batas akhir pelunasan tahap kedua.
“Semoga sisa hari ini pelunasan bisa 100 persen dari seluruh CJH yang ditetapkan untuk Kota Pasuruan,” harap Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kota Pasuruan, Ahmad Merzuqi, Kamis (8/1/2026).
Berdasarkan data terkini, mayoritas jemaah yang masuk dalam kuota telah menyelesaikan kewajiban pembayaran. Sebanyak 203 jemaah tercatat telah melunasi biaya haji pada tahap pertama, sementara 70 jemaah lainnya menyusul pada tahap kedua pelunasan.
Ahmad Merzuqi yang akrab disapa Gus Anis menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian administrasi, terutama karena adanya tambahan kuota yang harus segera dipenuhi sesuai dengan jadwal nasional.
“Dengan sisa waktu yang tersedia diharapkan kuota haji Kota Pasuruan segera terpenuhi yaitu 279 CJH,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Pusat memberikan prioritas khusus kepada Kota Pasuruan dalam proses penyelesaian dokumen keberangkatan tahun ini. Hal tersebut karena jemaah asal Kota Pasuruan dijadwalkan masuk dalam rombongan gelombang pertama dan kloter awal pemberangkatan haji nasional.
Untuk mengejar target tersebut, petugas di lapangan bekerja ekstra cepat dalam memproses bukti setor pelunasan dari bank yang telah ditunjuk.
“Petugas langsung proses selanjutnya agar berkas bisa langsung masuk dan kloter bisa ditetapkan nantinya,” tegas Gus Anis.
Setelah seluruh administrasi pelunasan dinyatakan lengkap, para jemaah akan diarahkan mengikuti rangkaian bimbingan manasik haji secara intensif. Bimbingan ini menjadi tahapan penting agar jemaah memiliki pemahaman yang memadai terkait tata cara pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.
Selain manasik, Kementerian Haji dan Umroh Kota Pasuruan juga menjadwalkan pemeriksaan kesehatan lanjutan bagi seluruh jemaah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi fisik dan mental jemaah benar-benar siap sebelum diberangkatkan.
“Kita lakukan cek kesehatan lebih lanjut untuk memastikan sehat jasmani dan rohani,” pungkas Gus Anis. [ada/beq]






