Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait memuji kinerja empat kepala daerah kawasan Sekarkijang (Seluruh Eks Karesidenan Besuki dan Lumajang) Jawa Timur, dalam acara pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember Iqbal Reza Nugraha, di Gedung Serba Guna Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, Senin (5/1/2026).
Acara pengukuhan ini dihadiri semua bupati yang berada di wilayah kerja BI Jember, yakni Bupati Lumajang Indah Amperawati, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas.
“Saya harus banyak belajar kepada Bupati Banyuwangi. Kemarin Jember agak terangkat di media sosial karena agak numpang ketenaran dari Kabupaten Banyuwangi,” kata Bupati Fawait.
Fawait menyebut Bupati Indah Amperawati sebagai seniornya. “Beliau lengkap sebagai birokrasi plus politisi. Maka selesailah sudah semuanya. Saya yakin birokrat di Lumajang nggak bisa ngapa-ngapain. Bunda Indah adalah salah satu kader terbaik Presiden Prabowo dan Partai Gerindra di Jawa Timur,” katanya.
Fawait juga mengaku hormat kepada Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid. “Banyak orang hormat kepada beliau, karena selain bupati, beliau adalah seorang kiai besar. Bondowoso semakin teduh dipimpin beliau. Mudah-mudahan keteduhan beliau menyertai Kabupaten Jember,” katanya.
Pujian pamungkas diarahkan kepada Bupati Rio. “Ini bupati sekaligus businessman, khususnya bisnis lembaga survei. Dulu banyak orang mungkin tidak mengenal Situbondo. Hari ini dengan sepak terjang beliau, Jember agal ketar-ketir. Tapi beliau masih KTP Jember, alumni dari (Universitas) Jember,” kata Fawait tertawa.
Selain dihadiri kepala daerah dari lima kabupaten, pelantikan ini dihadiri pula oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Asisten Gubernur BI Anwar Basori, serta anggota Komisi XI DPR RI Charles Meikyansah dari Partai Nasional Demokrat dan Amin AK dari Partai Keadilan Sejahtera.
Perry Warjiyo menitipkan Kepala Kantor BI Perwakilan Jember untuk menjadi sahabat pemerintah daerah. “Motto kami, Bank Indonesia adalah mitra pemda, bagaimana bersama memajukan ekonomi wilayah Tapal Kuda menjadi the future of Indonesia economy,” katanya. [wir]






