Mojokerto (beritajatim.com) – Penumpang di Stasiun Mojokerto selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mengalami peningkatan signifikan. Sepanjang periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, total penumpang yang dilayani mencapai 27.593 orang, meningkat sekitar 13 persen
Data dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya, sepanjang periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, total penumpang yang dilayani mencapai 27.593 orang. Jumlah tersebut meningkat sekitar 13 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 24.388 penumpang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.488 penumpang tercatat melakukan perjalanan keberangkatan dari Stasiun Mojokerto, sementara 14.105 penumpang lainnya merupakan penumpang kedatangan. Berdasarkan data sementara pada Senin (5/1/2026) hingga pukul 10.00 WIB, diperkirakan sebanyak 1.135 penumpang menggunakan layanan kereta api di stasiun tersebut.
Dari jumlah itu, 445 penumpang berangkat dan 690 penumpang tiba. Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring dengan jadwal perjalanan kereta api hingga malam hari. Data ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya kepercayaan publik terhadap kereta api.
“Kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan efisien selama musim libur panjang. Memasuki akhir masa arus balik Nataru, pergerakan penumpang di Stasiun Mojokerto masih terpantau cukup tinggi,” ungkap Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, Senin (5/1/202.
Dominasi penumpang yang tiba menjadi indikasi kuat bahwa arus balik libur Nataru masih berlangsung, khususnya menuju wilayah Mojokerto dan sekitarnya. Tingginya volume penumpang tiba di Stasiun Mojokerto, lanjutnya, menunjukkan bahwa arus balik Nataru masih terjadi. KAI Daop 8 Surabaya terus memastikan seluruh layanan berjalan optimal hingga akhir masa angkutan Nataru.
Ia menambahkan, KAI Daop 8 Surabaya telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran arus balik. Mulai dari optimalisasi operasional perjalanan kereta api, kesiapan petugas layanan di stasiun, hingga penguatan pelayanan informasi kepada pelanggan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan perjalanan Nataru menggunakan kereta api. KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan sebagai bagian dari upaya menghadirkan transportasi publik yang andal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” pungkasnya. [tin/suf]






