Magetan (beritajatim.com) – Jalur wisata Tawangmangu–Magetan sempat lumpuh setelah material longsor dari tebing setinggi 10 meter menimpa satu unit mobil Xenia pada Jumat malam (26/12/2025). Insiden ini terjadi tepatnya di Dusun Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, akibat intensitas hujan yang sangat tinggi di kawasan lereng Gunung Lawu.
Bencana tanah longsor ini diperkirakan berlangsung pada pukul 18.00 hingga 18.30 WIB saat kendaraan melaju dari arah Magetan. Material tanah dan batu yang meluncur deras dari tebing langsung menghantam badan mobil hingga menyebabkan sejumlah penumpang mengalami luka-luka.
Petugas gabungan yang terdiri dari BPBD Karanganyar, Polri, TNI, serta para relawan segera terjun ke lokasi untuk menyelamatkan para korban. “Petugas gabungan bersama warga segera mengevakuasi korban dan membawa mereka ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan,” ungkap salah satu warga, Siswohandoyo.
Secara teknis, wilayah Tawangmangu memang memiliki kerentanan geologi yang cukup tinggi karena didominasi oleh tanah vulkanik berporositas besar. Kombinasi tanah berpasir dan lapisan batuan padat di bawahnya sering memicu pergerakan tanah atau longsor berjenis creep saat terpapar hujan lebat.
Kondisi geomorfologi yang curam ditambah perubahan penggunaan lahan di sekitar lereng Lawu semakin meningkatkan risiko bencana di jalur provinsi ini. Berdasarkan pemetaan sistem informasi geografis (GIS), sebagian besar wilayah Tawangmangu masuk dalam zona risiko tinggi hingga sangat tinggi untuk kejadian longsor.
Meskipun sempat terjadi kemacetan panjang, tim evakuasi telah bekerja keras membersihkan material longsoran secara manual sejak dini hari tadi. Kerja sama antara aparat dan masyarakat setempat memastikan tumpukan tanah dan bebatuan yang menutup badan jalan dapat disingkirkan dengan cepat.
Pagi ini, akses jalan Tawangmangu–Magetan dipastikan telah kembali dibuka secara penuh untuk umum pada Sabtu (27/12/2025). Jalur utama yang menghubungkan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini sudah dapat dilalui tanpa perlu lagi menerapkan sistem buka-tutup lalu lintas.
Pihak berwenang menyatakan bahwa pembukaan jalur dilakukan setelah memastikan permukaan lereng cukup stabil dan kondisi cuaca di lokasi mulai membaik. Pengaturan arus kendaraan kini telah berjalan normal kembali, meskipun sisa-sisa pembersihan masih terlihat di pinggir jalan.
Kendati demikian, aparat keamanan tetap meminta masyarakat dan wisatawan yang melintas untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat cuaca ekstrem. BMKG memperkirakan wilayah Tawangmangu masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sepanjang hari ini.
Warga yang bermukim di sekitar lereng atau pengguna jalan diminta segera melapor jika menemukan indikasi awal bencana susulan di lapangan. Laporan terkait adanya retakan tanah atau suara gemeretak pada tebing sangat penting sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi longsor yang bisa terjadi sewaktu-waktu. [fiq/beq]






