Blitar (beritajatim.com) – Mentari pagi menyapa Kelurahan Plosokerep Kota Blitar dengan suasana yang berbeda. Tidak ada deru mesin yang bising, yang terdengar justru riuh rendah suara tawa dan denting sekop yang beradu dengan semen. Di depan Kantor Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan, ratusan orang berseragam hitam tampak berbaur akrab dengan aparat kelurahan dan TNI-Polri.
Mereka adalah para pendekar dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Blitar Pusat Madiun. Hari itu, mereka menanggalkan sejenak atribut latihan untuk turun ke parit, mengangkat sedimen lumpur, dan membabat tanaman liar yang menyumbat drainase.
Kegiatan kerja bakti ini bukan sekadar pembersihan lingkungan biasa. Ini adalah simfoni kebersamaan yang melibatkan berbagai unsur. Mulai dari Komisariat Pemkot Blitar, Komisariat Perhutani, Komisariat Unisba, hingga Ranting Sananwetan dan Pamter, semuanya tumpah ruah.
Kehadiran sosok Bhabinkamtibmas, Bripka Kamligi, dan Babinsa, Sertu Eko, semakin mempertegas bahwa sinergi antara insan pencak silat, aparat keamanan, dan pemerintah kelurahan adalah kunci kondusifitas wilayah. Di bawah pengawasan langsung Lurah Plosokerep, Pratiko Gunawan, aksi sosial ini berjalan dengan sistematis dan penuh semangat kekeluargaan.
Ketua PSHT Cabang Kota Blitar, Miskan Hadi Prasetyo, yang turun langsung mendampingi para anggota, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk pengabdian nyata.
“Kami ingin menumbuhkan jiwa sosial dan rasa empati di tengah masyarakat. Ini adalah latihan bagi anggota untuk mencintai lingkungan dan sesama. Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kelurahan Plosokerep dan Pemkot Blitar atas ruang silaturahmi ini,” ujar Miskan dengan penuh rendah hati.
Bagi warga PSHT, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari falsafah luhur “Memayu Hayuning Bawana”. Sebuah ajaran untuk menjaga, merawat, dan memperindah dunia demi kemaslahatan bersama. Bukan hanya jago di atas matras, tapi juga harus bermanfaat bagi tanah tempat mereka berpijak.
Apresiasi dari Pemerintah Setempat
Lurah Plosokerep, Pratiko Gunawan, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya melihat kekompakan tersebut. Baginya, antisipasi banjir di musim hujan menjadi lebih ringan berkat bantuan tenaga dari ratusan anggota PSHT.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar PSHT Cabang Kota Blitar. Kepedulian ini sangat luar biasa. Semoga hubungan baik ini terus terjalin dan menjadi inspirasi bagi organisasi lain untuk bersama-sama membangun Kota Blitar,” ungkap Pratiko. [owi/aje]






