Blitar (beritajatim.com) – Berkunjung ke Kota Blitar rasanya kurang lengkap rasanya kalau perut belum dimanjakan. Bumi Bung Karno bukan cuma soal wisata sejarah, tapi juga surga tersembunyi bagi para pemburu rasa autentik.
Di tengah gempuran kafe kekinian, masih ada 5 tempat makan legendaris yang masih eksis hingga sekarang. Mereka tak menjual estetika semata, tapi menjual “memori” lewat racikan bumbu rahasia yang bertahan puluhan tahun lamanya. Berikut adalah 5 kuliner legendaris di Blitar yang wajib masuk bucket list!
1. Soto Daging Bok Ireng: Sensasi “Smokey” dari Kuali Tanah Liat
Berdiri di tengah kota Blitar soto ini bukan soto biasa. Berdiri sejak tahun 1940-an, Soto Bok Ireng punya ciri khas yang sulit ditiru yakni dimasak menggunakan kuali tanah liat di atas tungku kayu bakar.
Proses memasak tradisional ini menghasilkan aroma kuah yang smokey dan sedap, meresap sempurna ke dalam potongan daging sapi yang empuk. Kuahnya yang keruh kaya rempah, ditambah taburan seledri segar, membuat antrean di sini tak pernah sepi.
Lokasi Soto Bok Ireng ini berada di Jalan. Kelud, Kepanjenlor, Kota Blitar. Namanya yang unik ini diambil dari jembatan (bok) berwarna hitam (ireng) yang dulu ada di dekat warung ini.
Bila datang ke sini anda wajib mencoba soto daging campur ditambah dengan jeroan. Pesannya anda harus datang sebelum jam 11 siang jika tidak ingin kehabisan jeroan favorit.
2. Nasi Pecel Mbok Bari: Ratu Pecelnya Blitar
Belum ke Blitar kalau belum sarapan nasi pecel. Dan kalau bicara pecel Blitar, Mbok Bari adalah salah satu top of mind-nya yang sudah melegenda sejak tahun 1964. Kunci kelezatan Pecel Mbok Bari ini ada pada sambal kacangnya.
Tekstur sambalnya tidak terlalu halus, tapi juga tidak terlalu kasar. Rasanya seimbang antara manis gula merah, gurih kacang, dan pedas cabai, ditambah aroma daun jeruk yang nendang. Disajikan di atas pincuk daun pisang dengan lauk rempeyek yang renyah, ini adalah definisi “sarapan juara”.
Jika anda mampir ke warung Pecel Mbok Bari maka wajib mencoba nasi pecel dengan lauk iwak kali (ikan sungai) atau empal daging. Jangan lupa oleh-olehnya yakni sambal pecel kemasannya adalah suvenir wajib!
Warung Pecel Mbok Bari ini berada di Jalan A. Yani (Cabang Pusat), dekat Makam Bung Karno. Dan kinibanyak cabangnya di sudut-sudut Kota Blitar.
3. Es Mini: Nostalgia Rasa Klasik di Tengah Kota
Ingin merasakan vibes Blitar era 80-an atau 90-an? Masuklah ke Depot Es Mini. Interiornya vintage asli, bukan buatan. Tempat ini adalah saksi bisu kencan pemuda-pemudi Blitar pada zamannya.
Menu andalannya adalah es kopyor dan aneka es campur dengan sirup buatan sendiri (homemade) yang rasanya khas manis tapi tidak bikin batuk. Selain es, mereka juga menyajikan makanan berat yang tak kalah legendaris.
Warung ini berdiri di Jalan Dr. Wahidin, Kepanjenlor (Barat Aloon-Aloon) Kota Blitar. Jika anda mampir ke sini wajib mencoba es kopyor durian dan bistik lidah sapi.
4. Tahu Bumbu Lawu: Kuliner Malam Penyelamat Lapar
Saat matahari terbenam, giliran Tahu Bumbu Lawu yang beraksi. Warung tenda sederhana ini punya penggemar fanatik. Berbeda dengan tahu tek atau tahu telur daerah lain, Tahu Bumbu Lawu punya ciri khas pada tingkat kematangan tahunya.
Anda bisa me-reuest tahu digoreng kering atau setengah matang (medium rare), lalu disiram bumbu petis kacang yang kental dan hitam pekat. Ditambah taoge pendek dan kerupuk uyel, rasanya sederhana namun bikin kangen.
Warung yang beridir di Jalan Lawu, Kauman, Kota Blitar ini menawarkan sensasi makan di pinggir jalan dengan suasana malam Blitar yang tenang. Tipsnya adalah sabar, karena antreannya sering mengular meski pelayanannya cukup cepat.
5. Warung Mak Ti: Surga Prasmanan Ndeso
Ingin makan sepuasnya dengan harga yang bikin dompet tersenyum? Warung Mak Ti jawabannya. Terletak agak masuk ke pedesaan, tempat ini menyajikan konsep prasmanan dengan menu masakan Jawa ndeso yang autentik.
Menu andalannya adalah “Sego Jangan” (nasi sayur). Ada lodeh rebung, lodeh tewel (nangka muda), urap-urap, ikan asin, hingga sambal goreng tahu. Semua dimasak dengan kayu bakar, memberikan aroma khas dapur nenek.
Warung ini berada di Desa Nglaos, Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Jika datang kesini anada wajib mencoba ikan wader goreng yang kriuk abis. [owi/aje]






