Blitar (beritajatim.com) – Atmosfer persaingan sengit menyelimuti Stadion Gelora Panataran jelang laga pembuka Grup P Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur (Jatim) yang mempertemukan dua tim sekota, PSBI Blitar kontra Blitar Poetra, Kamis (11/12/2025) sore. Pertandingan bertajuk Derbi Blitar ini menjadi panggung pembuktian harga diri sekaligus penanda kebangkitan sepak bola lokal di Bumi Bung Karno.
Tim Singo Lodro, julukan PSBI Blitar, kembali turun gelanggang setelah sempat vakum berkompetisi selama satu tahun. Manajemen PSBI menegaskan kesiapan skuadnya mengarungi musim ini dengan wajah baru yang lebih segar. Mengacu pada regulasi Liga 4, tim ini didominasi 98 persen talenta lokal berusia 18 hingga 22 tahun, dengan hanya satu pemain luar daerah yang sudah lama dibina di level junior.
Pelatih Kepala PSBI Blitar, Kurnia Patmedi, menyatakan bahwa meski manajemen tidak mematok target muluk, ambisi pemain di lapangan tetap tinggi. Berada satu grup dengan Blitar Poetra, Persenga Nganjuk, dan Arek Suroboyo, PSBI optimistis mampu melaju ke babak selanjutnya.
“Target dari manajemen sebenarnya hanya partisipasi. Tapi kalau sudah masuk dunia sepak bola, semua pemain pasti punya ekspektasi. Minimal kami harus bisa lolos fase grup awal,” ujarnya.
Persiapan matang telah dilakukan selama satu bulan terakhir, mulai dari pembenahan fisik, uji coba, hingga penguatan mental bertanding. Meski sempat terkendala administrasi di pekan awal dan harus berpindah-pindah lapangan latihan sebelum menetap di Stadion Kebonduren, Kurnia memastikan anak asuhnya dalam kondisi tempur terbaik.
“Untuk pertandingan awal ini kami harus mendapatkan tiga poin. Selain melawan Blitar Poetra, kami juga akan melawan Persenga Nganjuk dan Arek Suroboyo. Dari awal, kami fokus ke conditioning untuk fisik dulu. Baru tahap berikutnya organisasi dan taktikal. Alhamdulillah, anak-anak komitmen untuk poin penuh,” jelas Kurnia.
Kurnia menambahkan bahwa fokus tim saat ini adalah target jangka pendek, yakni lolos fase grup, tanpa terbebani target promosi kasta yang baru akan dibahas musim depan. “Insya Allah anak-anak siap berkompetisi,” pungkasnya.
Di sisi lain, kubu Blitar Poetra datang dengan rasa hormat tinggi terhadap PSBI sebagai saudara tua. Namun, Pembina Blitar Poetra, Fatatoh Hironi Ulya, menegaskan bahwa rasa hormat tersebut tidak akan mengurangi intensitas perlawanan mereka di lapangan hijau.
“Kami tetap fight di lapangan. Tim kami akan tampil maksimal. Persahabatan tetap nomor satu, tetapi kalau sudah di lapangan ya harus bertarung,” tegas Fatatoh.
Secara materi pemain, Blitar Poetra tampil dengan komposisi unik, menggabungkan talenta dari NTT, NTB, Malang, serta mahasiswa Fakultas PJOK Universitas Negeri Malang. Mereka memiliki bekal positif usai menyapu bersih empat laga uji coba dengan kemenangan, termasuk saat melawan Arema U-20.
Menghadapi agresivitas PSBI, Blitar Poetra menyiapkan skema taktik yang disiplin. Fatatoh menyebut timnya akan bermain realistis namun efektif.
“Menghadapi PSBI Blitar, kami tidak ada strategi khusus. Namun, Blitar Poetra akan menerapkan pola 3-5-2 untuk memperkuat sektor pertahanan dan menjaga transisi permainan. Kami realistis. Fokus memperkuat pertahanan, karena lawan saudara tua pasti tidak mudah,” tutup Fatatoh. [owi/beq]






