Kediri (beritajatim.com) – Bank Indonesia (BI) Kediri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada tahun 2026 akan tetap solid di kisaran 4,8% hingga 5,6% (yoy). Hal tersebut didukung oleh meningkatnya keyakinan konsumen, perbaikan ekspor, akselerasi investasi, serta stimulus pemerintah, sejalan dengan ketahanan ekonomi nasional yang kuat di tengah gejolak global.
Kepala Perwakilan BI Kediri, Yayat Cadarajat, menyampaikan optimisme ini dalam acara “Temu Responden dan Outlook Perekonomian Tahun 2026, Perkuat Sinergi dan Optimisme Menjelang 2026” yang digelar di Graha Lila Seinesta, Kota Kediri.
Acara “Temu Responden dan Outlook Perekonomian Tahun 2026” diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada para pelaku usaha, mitra liaison, dan responden survei yang selama ini berkontribusi menyediakan data dan informasi penting bagi pelaksanaan tugas Bank Indonesia, sekaligus memaparkan proyeksi dan strategi perekonomian ke depan.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri, Yayat Cadarajat, yang menjadi pembicara utama dalam penyampaian Outlook Perekonomian 2026, serta dihadiri oleh perwakilan pelaku usaha dan mitra BI Kediri di wilayah kerja mereka. Untuk memperkaya perspektif, BI Kediri juga menghadirkan pembicara inspiratif, Merry Riana, yang membawakan materi “Mindful for Business: Kunci Inovasi dan Kreativitas”.
Acara penting yang membahas kinerja ekonomi 2025 dan proyeksi 2026 ini diselenggarakan pada Kamis, 4 Desember 2025. Pertemuan yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan ekonomi ini berlangsung di Graha Lila Seinesta, Kota Kediri.
BI Kediri menilai perlunya memperkuat sinergi dan kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong transformasi ekonomi daerah. Mengingat kinerja ekonomi wilayah kerja BI Kediri pada tahun 2025 tercatat positif dengan intermediasi perbankan yang tumbuh kuat (didukung kenaikan kredit investasi mencapai 28,58%) dan digitalisasi sistem pembayaran yang semakin masif melalui perluasan penggunaan QRIS.
Apresiasi juga diberikan kepada mitra terbaik seperti PT Industri Kereta Api (INKA) sebagai Mitra Liaison Industri Pengolahan Terbaik, CV Mulia Group sebagai Mitra Liaison Pertanian Terbaik, dan lainnya, sebagai pengakuan atas kontribusi data yang akurat.
Bank Indonesia Kediri menekankan strategi penguatan sinergi dan kolaborasi akan difokuskan pada beberapa area prioritas untuk mencapai target pertumbuhan yang diproyeksikan, yaitu, penguatan investasi daerah, pengembangan industri dan UMKM, percepatan digitalisasi sistem pembayaran (termasuk perluasan QRIS), penguatan ekosistem keuangan daerah, serta optimalisasi peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Prediksi ini didasarkan pada data Triwulan III/2025 di mana pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,22% (yoy), lebih tinggi dibandingkan nasional, ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi, dengan inflasi yang tetap terjaga di kisaran sasaran 2,5% ^ 1%.
BI berharap kerja sama yang kuat ini dapat terus terjalin guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkesinambungan, dan berdaya saing. [nm/ted]






