Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro resmi merancang pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) sepanjang 17 hingga 20 kilometer sebagai solusi strategis untuk mengurai kemacetan yang kian parah di pusat kota, dengan target konstruksi fisik dimulai pada tahun 2028. Proyek infrastruktur skala besar ini difokuskan untuk mengalihkan pergerakan kendaraan berat agar tidak lagi membebani jalanan dalam kota.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Achmad Gunawan F, mengonfirmasi pada Rabu (3/12/2025) bahwa tahap pembahasan dan studi kelayakan proyek vital ini telah dilakukan. Menurutnya, pembangunan JLS memiliki dimensi tujuan ganda yang lebih luas dari sekadar penanganan lalu lintas.
“JLS bukan hanya untuk mengurai lalu lintas, tetapi juga membuka jalur perekonomian baru,” ujar Gunawan, Rabu (3/12/2025).
Pernyataan tersebut menegaskan dampak positif JLS yang diharapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah yang dilintasi. Berdasarkan perencanaan, rute JLS ini akan melintasi empat kecamatan strategis, yakni Kecamatan Balen, Kapas, Dander, dan berakhir di Kalitidu.
Secara teknis, proyek ini memiliki keunikan tersendiri karena tidak akan menumpangi atau melebarkan jalan eksisting yang sudah ada. Seluruh trase Jalan Lingkar Selatan ini dirancang berupa pembukaan jalan baru, sehingga benar-benar menciptakan koridor akses anyar di selatan Bojonegoro.
Untuk mengatasi hambatan infrastruktur yang ada, dua ujung jalan vital ini akan didesain bersimpangan dengan jalan raya utama dan dilengkapi dengan fasilitas flyover. Pembangunan jalan layang ini menjadi syarat mutlak mengingat adanya perlintasan rel kereta api aktif di kedua titik temu tersebut, yakni di Desa Kabunan (Kecamatan Balen) dan Desa Sukoharjo (Kecamatan Kalitidu).
Terkait linimasa pengerjaan, Pemkab Bojonegoro telah menyusun jadwal yang sistematis. Proses pembebasan lahan warga yang terdampak trase jalan ditargetkan akan dimulai pada tahun 2027 mendatang. Sementara itu, jika seluruh proses pengadaan tanah berjalan lancar, konstruksi fisik JLS Bojonegoro diperkirakan baru akan dimulai setahun kemudian, yakni pada tahun 2028. [lus/beq]






