Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) Malang mulai menabuh genderang persiapan menyambut perhelatan seleksi penerimaan Mahasiswa Baru (Maba) tahun 2026. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit di Indonesia, persaingan untuk memperebutkan kursi di Kampus Biru ini diprediksi akan semakin ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Direktur Direktorat Teknologi Informasi UB, Dr. Raden Arief Setiawan, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa tren peminat UB terus menunjukkan grafik yang menanjak meskipun peringkat perguruan tinggi sempat mengalami fluktuasi.
“Kami sedang mempersiapkan diri agar pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa di UB bisa berjalan lancar. Karena peminat untuk masuk ke UB sangat tinggi, persaingannya juga semakin ketat,” ujar Arief di Malang, Rabu (26/11/2025).
Prediksi ketatnya persaingan bukan tanpa alasan. Berkaca pada statistik penerimaan tahun 2025, animo calon mahasiswa untuk berkuliah di UB sangat luar biasa.
Pada jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2025 lalu, tercatat sebanyak 34.699 calon Maba mendaftar ke UB. Angka fantastis ini menempatkan UB di posisi keempat sebagai PTN dengan jumlah pendaftar terbanyak di Indonesia.
Sementara itu, pada jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), jumlah pendaftar menembus angka 79.965 orang. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 78.802 pendaftar.
“Memang secara peringkat untuk perguruan tinggi kami sedikit ada penurunan pada 2025 ini ketimbang tahun sebelumnya. Akan tetapi, peminat pendaftar justru mengalami peningkatan dari tahun ke tahun,” tegas Arief.
Bagi para calon mahasiswa yang membidik UB sebagai pelabuhan akademiknya, mencatat lini masa sangatlah krusial. UB akan membuka tiga jalur utama: SNBP, SNBT (UTBK), dan Seleksi Mandiri. Berikut adalah estimasi jadwal penting yang perlu diperhatikan:
Jalur SNBP:
- Pengumuman Kuota Sekolah: 29 Desember 2025
- Registrasi Akun SNPMB Siswa: 12 – 18 Januari 2026
- Pendaftaran SNBP: 3 – 18 Februari 2026
Jalur SNBT (UTBK):
- Registrasi Akun SNPMB Siswa: 12 Januari – 17 April 2026
- Pengumuman Hasil: 25 Mei 2026
Selain jalur nasional, UB juga menyiapkan enam skema pada Jalur Seleksi Mandiri untuk mengakomodasi berbagai potensi calon mahasiswa:
International Undergraduate Program (IUP): Gelombang 1 (16 – 28 Februari 2026) dan Gelombang 2 (23 Maret – 6 April 2026).
- SMUB Rapor dan Prestasi: 7 – 28 Mei 2026.
- SM Penyandang Disabilitas: 11 – 22 Mei 2026.
- SMUB Nilai UTBK: 1 – 10 Juni 2026.
- SM Vokasi: 13 – 17 Juli 2026.
Satu hal yang menjadi sorotan adalah komitmen UB sebagai kampus inklusif. Pada tahun 2025, UB menerima 61 mahasiswa penyandang disabilitas dari total 251 pendaftar. Angka partisipasi ini terus meningkat setiap tahunnya.
Arief menjelaskan, seleksi untuk penyandang disabilitas memiliki mekanisme yang berbeda dengan jalur reguler. Penilaian tidak semata-mata bergantung pada tes akademik tertulis, melainkan melalui wawancara mendalam yang melibatkan tim ahli.
“Prinsip utamanya adalah kepastian bahwa calon mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dengan baik, dari sisi akademik maupun non-akademik,” jelasnya.
Dalam proses wawancara, tim ahli akan menggali potensi akademik, kesiapan mental, kemampuan sosial, hingga kestabilan emosi. Hal ini sangat krusial terutama bagi pendaftar dengan disabilitas mental.
“Ada disabilitas mental yang hard, misalnya mood sering berubah atau emosi kadang tak terkendali. Jika masih dalam batas tertentu dan mampu mengikuti seleksi, bisa dikatakan memenuhi syarat. Namun, jika dinilai tidak akan mampu mengikuti ritme perkuliahan, maka dinyatakan tidak layak,” pungkas Arief. (dan/kun)






