Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua PSSI Jatim, Amir Burhanuddin memaparkan secara rinci persiapan pelaksanaan Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026.
“Secara detail, antusias klub lokal tahun ini cukup berjenjang,” ujar Amir.
Pada musim ini, sebanyak 69 klub dipastikan ambil bagian dalam Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jatim 2025/2026, menandai tingginya minat klub-klub daerah mengikuti kompetisi berjenjang PSSI.
Sekretaris PSSI Jawa Timur, Djoko Tetuko Abdul Latif, menegaskan pentingnya momen ini sebagai fondasi penyelenggaraan kompetisi.
“Manajer Meeting adalah tahap krusial sebelum kompetisi dimulai. Kami ingin semua klub memahami regulasi dan teknis penyelenggaraan agar Liga 4 berjalan tertib, profesional, dan mendukung pembinaan,” jelasnya, Rabu (26/11/2025).
Djoko menyebutkan bahwa partisipasi 69 klub dari berbagai daerah menjadi modal besar bagi pembinaan sepak bola usia muda di Jawa Timur.
“Jumlah peserta yang tinggi membuktikan bahwa kompetisi di Jawa Timur sangat hidup. Liga 4 adalah fondasi pembinaan pemain muda dan ruang kompetisi sehat bagi klub daerah,” imbuhnya.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah poin penting dibahas—mulai dari regulasi kompetisi, verifikasi administrasi klub, proses pengesahan pemain, kesiapan venue dan perangkat pertandingan, hingga koordinasi teknis pelaksanaan matchday.
“Dengan koordinasi awal yang baik, kami ingin memastikan kompetisi berjalan lancar dan sesuai standar PSSI,” lanjutnya.
Sebagai tier paling dasar dari piramida kompetisi nasional, Liga 4 menjadi ruang pembinaan awal bagi talenta muda sekaligus pintu bagi klub-klub ambisius untuk naik level ke kompetisi yang lebih tinggi.
“Tanpa pejuang-pejuang dari klub, PSSI Jatim tidak bakal bisa menggelar kompetisi seperti sekarang ini, hampir setiap tahun,” ucapnya.
Sebanyak 16 klub dipilih sebagai penyelenggara pertandingan babak penyisihan, yaitu: Nganjuk Ladang, Persema Malang, Persatu Tuban, Pasuruan United, Perseba Bangkalan, Persekap Kota Pasuruan, Inter Pemuda Kediri, Persid Jember, Persikoba Batu, Persepam Pamekasan, Persewangi Banyuwangi, Persekam Kabupaten Malang, Persepon Ponorogo, PS Mojokerto Putra, PS Kota Pahlawan, dan PSBI Blitar.
Setiap tuan rumah diwajibkan memenuhi seluruh ketentuan penyelenggaraan pertandingan, mulai dari penyediaan stadion utama dan pendamping, aspek keamanan, tenaga medis, hingga fasilitas live streaming, sesuai regulasi PSSI Jawa Timur. (way/but)






