Madiun (beritajatim.com) – Kepedulian terhadap masyarakat sekitar jalur tol diwujudkan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Tahun ini, perusahaan tersebut membangun sejumlah fasilitas pendukung di sekolah-sekolah yang berdekatan dengan ruas tol.
Direktur Utama PT Jasamarga Ngawi Kertosono (JNK), Arie Irianto, mengatakan, pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat hubungan dengan masyarakat sekitar serta pengguna jalan tol.
“Program ini kami lakukan sebagai bentuk keterlibatan antara pengguna jalan tol dan warga sekitar. Kami ingin keberadaan JNK tak hanya berdampak pada mobilitas barang dan jasa, tapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Arie, Rabu (12/11/2025).
Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni pembangunan pagar dan kamar mandi baru di sekolah dekat area tol. Menurut Arie, fasilitas tersebut dibutuhkan karena pagar lama sudah tidak layak dan membahayakan keselamatan siswa.
“Kami juga membantu pembangunan kamar mandi agar lingkungan sekolah lebih bersih dan nyaman. Sekaligus sebagai upaya menanamkan budaya bersih sejak dini,” jelasnya.
Arie menambahkan, kegiatan sosial semacam ini akan digelar secara bergilir di lima kabupaten yang dilintasi tol JNK, yakni Ngawi, Magetan, Madiun, Nganjuk, dan Jombang.
“Setiap daerah punya kebutuhan berbeda. Tahun ini kami fokus pada pendidikan, sementara tahun sebelumnya kami banyak membantu penanganan stunting,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, mengapresiasi langkah PT JNK yang dinilai turut memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.
“Program seperti ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu layanan pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dunia usaha juga punya peran penting,” kata Agus.
Ia menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif.
“Layanan pendidikan sekarang harus terbuka dan melibatkan banyak pihak. Inovasi semacam ini bisa menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain,” pungkasnya. (rbr/ted)






