Malang (beritajatim.com) – Kota Malang beberapa waktu lalu dilanda cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang. Pada Minggu, (2/11/2025) kemarin, setidaknya 14 pohon besar tumbang di sejumlah wilayah di Kota Malang.
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond mengatakan, mereka langsung melakukan langkah mitigasi berupa perempesan atau pemangkasan pohon. Setidaknya ada 12 ribu pohon yang akan dirempesi secara berkala oleh DLH.
“Sebetulnya, rekan-rekan di lapangan sudah sering melakukan perempesan. Tetapi karena jumlah keseluruhan di Kota Malang mencapai 12 ribu pohon, tidak bisa selesai semua dan dilakukan satu persatu di beberapa titik,” ujar Raymond, Rabu, (5/11/2025).
Untuk 12 ribu pohon yang ada di Kota Malang terdiri dari sejumlah jenis seperti mahoni, kenari dan pohon asem hingga trembesi. Untuk pohon trembesi menjadi salah satu prioritas karena daunnya lebat.
“Yang paling banyak, adalah jenis pohon mahoni. Namun kalau di jalan arteri seperti di Jalan Panglima Sudirman itu, paling banyak ditanami adalah pohon kenari dan pohon asem. Selain itu, sebagian ada pohon trembesi. Meski akarnya kuat tetapi butuh perempesan karena daunnya yang lebat,” ujar Raymond.
Raymond menyebut perempesan dilakukan sepanjang hari melibatkan tiga tim serta tiga kendaraan yaitu satu mobil tangga (skylift) dan dua truk. Pohon yang kondisinya rawan, seperti miring hingga kering di pinggir jalan menjadi prioritas DLH.
“Tiga tim itu menyebar dan bergerak ke lokasi berbeda. Satu tim bisa menangani perempesan tiga sampai empat pohon. Namun terkadang, satu pohon baru selesai tiga hari karena ukurannya yang besar,” ujar Raymond. (luc/but)






