Surabaya (beritajatim.com) – Dr Freddy Poernomo berharap Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jawa Timur bisa menjadi pemerintah dalam menghadapi ancaman sosial dan bencana. Menjaga situasi kondisi kewaspadaan dini yang ada di Indonesia.
Harapan itu disampaikan Dr Freddy Poernomo dalam Seminar Kebangsaan bertema “Membangun Kewaspadaan Dini Masyarakat dalam Menghadapi Ancaman Sosial dan Bencana” di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama, Senin (03/11/2025).
““Harapan kami, selesai seminar ini FKDM bisa memberikan saran, masukan, atau rekomendasi terkait dengan masalah program-program kewaspadaan atau dalam rangka membangun keberagaman yang ada di Jatim,” kata anggota DPRD Jati sekaligus penasihat Fraksi Golkar tersebut.
Dia menegaskan peran FKDM sebagai mitra pemerintah dalam menyiapkan kajian dan rekomendasi untuk menjaga stabilitas kewaspadaan di daerah.
“FKDM ini forum yang memberikan satu kajian-kajian yang tentunya ini sebagai mitra pemerintah yang nanti memberikan masukan, rekomendasi-rekomendasi dalam rangka untuk menjaga tentang situasi kondisi kewaspadaan dini yang ada di Indonesia, khususnya di Jawa Timur,” ujar Freddy.
Selain Dr Freddy Poernomo sebagai keynote speaker, Seminar Kebangsaan juga menghadirkan Prof Anita Lie dari Unika Widya Mandala Surabaya dan Ketua FKDM Jatim Dr Listiyono Santoso. Seminar dipandu oleh moderator Dr Rangga Sa’adillah (MUI Jatim).
Prof Anita Lie dalam paparannya menjelaskan tentang pendidikan karakter, yakni pendidikan tanpa kekerasan. “Kekerasan di sekolah membawa dampak mendalam pada kehidupan siswa yang mengalaminya, baik dalam bentuk gangguan kesehatan mental, penurunan prestasi akademik, hingga masalah perilaku yang berkelanjutan,” katanya.
Dia juga mengingatkan bahwa pendidikan tinggi adalah investasi sosial, bukan sekadar komoditas ekonomi. “Komersialisasi pendidikan tinggi, intervensi kekuasaan, dan penyalahgunaan kebebasan akademik telah mencoreng marwah pendidikan tinggi,” kata Anita Lie.
Terkait dengan mitigasi bencana, menurut Anita Lie, pendidikan memiliki 6 peran kunci. Terdiri dari (1) membangun pengetahuan dan kesadaran, (2) membina ketrampilan dan kesiapsiagaan, (3) melaksanakan pelatihan praktis, (4) meningkatkan ketahanan psikologis, (5) meningkatkan keterlibatan masyarakat, (6) mempromosikan budaya proaktif.
Sementara itu, Dr Listiyono Santoso menjelaskan bahwa Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) merupakan wadah bagi elemen masyarakat yang dibentuk dalam rangka menjaga dan memelihara kewaspadaan dini masyarakat.
“FKDM bertujuan menjaring, menampung, mengordinasikan, dan mengomunikasikan informasi dari masyarakat mengenai potensi ancaman. Tugas FKDM memberikan laporan dan rekomendasi kepada pemerintah daerah,” papar Staf Pengajar Ilmu Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga itu.
Dr Listiyono memaparkan masalah sosial utama di Jawa Timur sepanjang tahun 2020 hingga tahun 2024. Mencakup berbagai tantangan, seperti kerentanan terhadap bencana alam dan konflik sosial.
“Kerentanan bencana alam meliputi letusan gunung berapi, gempa bumi, dan curah hujan tinggi yang berdampak pada sosial. Adapun kerentanan sosial dipicu dari demografi multietnis dan faktor ekonomi. Hal itu berpotensi menjadi pemicu konflik,” katanya.
Terakhir, Dr Listiyono berharap masyarakat proaktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan, baik di tingkat keluarga maupun komunitas. “Masyarakat, melalui forum-forum seperti FKDM, menjadi mitra pemerintah daerah dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi ancaman dan gangguan,” tandasnya. [but]






