Milan (beritajatim.com) – Musim ini baru berjalan nyaris sepertiganya. Tetapi, sudah terlihat liga mana yang punya persaingan terbaik untuk juara di antara lima liga elite. Bukan Premier League atau LaLiga yang selama ini diklaim sebagai kompetisi terbaik. Melainkan Serie A dan Ligue 1.
Dua kompetisi itu memiliki situasi yang identik; selisih 5 poin untuk tujuh tim teratas. Rinciannya, di Serie A capolista SSC Napoli dengan 22 poin dengan posisi 7 Como 1907 yang punya 17 poin. Sedangkan di Ligue 1 pemuncak Paris Saint-Germain dengan 24 poin dan posisi 7 RC Strasbourg dengan 19 poin.
Persaingan juara tiga liga elite lainnya seperti Premier League, LaLiga, dan Bundesliga lebih “santai”. Di Premier League, Arsenal dengan 25 poin unggul 8 poin dari posisi Chelsea dan Manchester United di posisi 6.
Sedangkan LaLiga dan Bundesliga berpotensi membosankan. Sebab, jarak poin antara pemuncak dan posisi 5 besar saja sudah menyentuh dua digit. Di LaLiga ada Real Madrid dengan 30 poin yang unggul 11 poin dari posisi 5 Real Betis. Di Bundesliga, keperkasaan Bayern Munchen di pucuk klasemen dengan 27 poin ungguli posisi 5 Bayer Leverkusen dengan selisih 10 poin.
“Persaingan (scudetto, Red) sangat ketat. Kami tidak bisa terlalu antusias (di setiap kemenangan, Red)” ujar allenatore ACM Massimiliano Allegri kepada Milan TV.
Ucapan Allegri itu terjadi pasca Rossoneri mengalahkan AS Roma 1-0 Senin dini hari (3/11/2025). ASR juga saingan utama ACM di papan atas.
Secara implisit, kemenangan ACM di San Siro itu jadi sinyal bahwa satu saja hasil buruk terjadi, maka konsekuensi turun peringkat bisa terjadi. Apalagi jika sesama tim papan atas saling bentrokan.
“Serie A liga yang sulit dibandingkan lainnya (liga elite kecuali Ligue 1, Red). Sangat taktikal. Aku masih harus banyak belajar menyikapi beberapa situasi,” ucap bek ACM Strahinja Pavlovic yang mencetak gol semata wayang kemenangan atas ASR. (dio)






