Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya tak ingin mengulang kesalahan saat menjamu Persis Solo pada pekan ke-11 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (1/11/2025). Pelatih Eduardo Perez menegaskan evaluasi menyeluruh telah dilakukan, terutama soal kedisiplinan pemain di lapangan.
“Kami tentu ingin menuntaskan setiap pertandingan dengan 11 pemain. Namun, kadang dalam pertandingan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami harus lebih berhati-hati karena kontak kecil pun bisa berujung kartu merah,” ujar Eduardo, Sabtu (31/10/2025).
Pelatih asal Spanyol tersebut mengingatkan para pemain agar menghindari pelanggaran sekecil apa pun, merujuk pada laga sebelumnya kontra PSBS Biak. Di pertandingan itu, dua pilar Persebaya, Leo Lelis dan Mikael Tata, menerima kartu pada babak pertama dan membuat tim bermain pincang.
Dari sisi komposisi pemain, Eduardo memastikan gelandang Dejan Tumbas kembali tersedia setelah absen. Namun, bek tengah Risto Mitrevski masih harus menepi akibat cedera. “Dejan pemain yang sangat penting bagi kami. Kami kehilangan dua pemain dari pertandingan sebelumnya, tapi besok kita lihat siapa yang akan tampil,” tuturnya.
Ia menambahkan seluruh skuad kini berada pada fokus dan kesiapan penuh setelah menjalani latihan intensif selama sepekan. “Kami tahu ini laga penting, tapi saya sangat optimis karena melihat para pemain berlatih dan bekerja keras setiap hari,” lanjutnya.
Sementara itu, pemain Persebaya, Rachmat Irianto, mengakui laga kandang kali ini membawa tekanan besar agar Bajol Ijo bisa kembali meraih tiga poin di depan pendukung sendiri. “Tentu ini jadi tekanan tersendiri karena kami banyak kehilangan poin di kandang. Jadi mau tidak mau, besok harus memberikan kemenangan untuk suporter,” ujar pemain yang akrab disapa Rian itu.
Ia menekankan instruksi pelatih agar para pemain menjaga komunikasi serta soliditas di lapangan, terutama dalam kondisi sulit. “Kalau bermain dengan sembilan pemain itu sangat sulit, jadi kami harus meminimalkan kesalahan. Jangan saling menyalahkan, tetap dukung satu sama lain,” pungkasnya. (way/kun)






