Jember (beritajatim.com) – Peresmian Kampung Durian di Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, oleh Bupati Muhammad Fawait, Senin (27/10/2025), disoroti warganet.
Sejumlah warganet mempertanyakan peresmian yang diberitakan Beritajatim.com dengan judul ‘Pesona Kampung Durian Jember: Setelah Bupati Faida, Kini Diresmikan Bupati Fawait’, di akun Info Warga Jember Official yang memiliki 266.280 orang anggota.
Pertanyaan meluncur dari warganet tak lepas dari sudah diresmikannya Kampung Durian oleh Bupati Faida pada 2019. “Sudah diresmikan ngapain diresmikan lagi. Aneh dan heran,” tulis akun Rimba Ningsih.
“Sampek dua kali peresmian tapi wisata Jember jalan di tempat. Apa kabar Dinas Pariwisata Jember?” tulis akun Ilham Nawafillah.
Sementara itu akun Cak Iqbal menyindir peresmian itu dengan menyodorkan ide peresmian kembali alun-alun. “Alun-alun Jember Nusantara sekalian diresmikan lagi seresmi-resminya,” tulisnya.
Nyoman Aribowo, anggota Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Jember yang bergerak di sektor pariwisata, mengatakan, peresmian oleh Bupati Fawait berbeda konsep dengan peresmian oleh Bupati Faida.
“Dulu Bu Faida meresmikan Kampung Durian dengan menonjolkan edukasi pohon durian, menanam pohon durian. Nah, yang diresmikan Gus Bupati kemarin adalah (obyek) wisata Kampung Durian berupa glamping, sungai. Oleh sebab itu peresmiannya di sungai, makan di pinggir sungai. Jadi konsepnya beda,” kata Nyoman.
Nyoman mengatakan, sejak diresmikan pada 2019 hingga 2022, konsep Kampung Durian sebagai destinasi wisata edukasi durian tidak berjalan.
“Akhirnya pengelola baru dengan kelompok yang baru membuat sebuah konsep wisata glamping yang di pinggir sungai. Wisatanya adalah wisata sisir sungai,” kata mantan anggota DPRD Jember ini.
Konsep yang berbeda ini tak lepas dari sifat alamiah durian. “Kalau bicara durian itu kan musiman. Kayak bulan-bulan gini, enggak ada durian. Padahal di sana ada potensi yang bisa dikunjungi terus, yaitu sungai, camping ground, dan warung-warung di pinggir sungai,” kata Nyoman.
“Terbukti Kampung Durian yang sekarang dengan konsep baru ini menjadi juara nasional wana wisata pada Agustus 2025 kemarin. Memang obyek sungai glanping ground ini belum diresmikan,” kata Nyoman. [wir]






