Bondowoso (beritajatim.com) – DPD Partai Golkar Bondowoso resmi meluncurkan Rumah Aspirasi Rakyat di kantor DPD setempat, Senin (20/10/2025) siang. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) yang memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan beragam aspirasi mereka.
Di kursi depan, di atas panggung kecil yang menghadap hadirin, duduk tujuh anggota DPRD Bondowoso dari fraksi Golkar. Mereka bertugas menampung aspirasi sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat dalam sesi dialog interaktif.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Bondowoso, Mudasir, menyoroti persoalan sampah yang masih kompleks dan dianggap belum tertangani serius. Ia juga menyinggung konflik di Kecamatan Ijen yang berlarut-larut.
Sementara itu, perwakilan dari Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama (IPNU), Miftahul Rohman, mengangkat isu perambahan hutan yang masif. “Karena hutan gundul, sampai kera turun gunung ke permukiman warga hanya untuk mencari makan. Sebab sekarang hutan sudah jadi ladang,” ungkapnya.
Ketua Fraksi Golkar, Kukuh Rahardjo, menegaskan bahwa ragam persoalan tersebut akan ditampung dan menjadi bahan diskusi di masing-masing komisi DPRD. “Setiap anggota fraksi Golkar akan menyampaikan aspirasi itu di komisinya masing-masing untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme yang ada,” ujarnya.
Anggota Fraksi Golkar lainnya, Masdidik, memberikan komentar terkait sengketa di Ijen, yang masuk Daerah Pemilihan (Dapil) III. Ia menjelaskan sejarah awal penduduk Ijen sebagai pekerja asal Madura yang dibawa PTPN untuk bekerja di kebun kopi, sehingga wilayah tersebut tidak memiliki tanah hak milik. Masdidik menekankan pentingnya kebijakan bijak dari PTPN dalam menyikapi persoalan ini.
Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso, Ady Kriesna, menegaskan serap aspirasi seperti ini akan terus dilakukan setiap hari tanpa libur. “Pengaduan online kami tampung 24 jam. Setiap hari kami tempatkan admin apabila ada masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya. Nanti tiap sebulan sekali wajib ada satu anggota fraksi bergiliran yang standby di kantor,” jelasnya.
Hasil serap aspirasi dari masyarakat akan dikaji secara berjenjang. Jika menyangkut cakupan lokal Bondowoso, aspirasi akan dibahas oleh fraksi di DPRD Bondowoso. Jika berkaitan dengan kebijakan provinsi, akan diteruskan ke DPRD Provinsi, dan jika menyangkut kebijakan pusat, akan disalurkan ke fraksi Golkar di DPR RI.
“Kami berkomitmen menindaklanjuti aspirasi masyarakat secara sistematis dan transparan,” pungkas Ady. [awi/beq]






