Malang (beritajatim.com) – Peringatan Dies Natalis ke-62 Departemen Teknik Mesin Universitas Brawijaya (UB) pada Sabtu (18/10/2025) menjadi momen bersejarah bagi dunia pendidikan dan alumni.
Temu Alumni Akbar ‘UB62’ yang dihadiri lebih dari seribu alumni ini bukan sekadar ajang nostalgia, tetapi juga momentum bagi para alumni untuk turut serta dalam merumuskan kebijakan yang dapat memperkuat kurikulum serta mendukung renovasi gedung kampus.
Kehadiran alumni dari berbagai sektor, baik pemerintahan, industri, maupun BUMN, memberikan dukungan nyata terhadap transformasi pendidikan di UB.
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap kontribusi alumni yang tak hanya memberikan dukungan moral tetapi juga masukan konkret untuk penguatan pendidikan.
“Para alumni dari berbagai posisi di pemerintahan, industri, dan BUMN hadir dan terus mensupport kemajuan UB,” ungkapnya di sela acara.
Prof. Widodo menegaskan pentingnya peran alumni dalam menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia industri dan masyarakat. “Yang paling penting adalah para alumni ini mendukung proses transformasi kurikulum dan model pendidikan agar lebih relevan dengan kebutuhan perusahaan, industri, dan masyarakat sekarang,” tegasnya.
Dukungan alumni juga terwujud dalam bentuk renovasi fasilitas kampus, salah satunya melalui bantuan untuk renovasi gedung Teknik Mesin. Prof. Widodo menjelaskan, renovasi gedung tersebut akan didukung oleh sumbangan alumni dan kontribusi dari Corporate Social Responsibility (CSR).
Ketua Ikatan Alumni (IKA) Teknik Mesin UB, Ir. Wiko Migantoro, turut menegaskan pentingnya peran aktif alumni sebagai jembatan antara dunia akademik dan dunia kerja. Dalam diskusi yang dilakukan pada malam sebelumnya, alumni memberikan masukan mengenai perkembangan dunia industri dan bagaimana hal tersebut harus tercermin dalam kurikulum yang diajarkan.

“Tadi malam kami telah mengadakan diskusi intensif untuk memberikan masukan dari industri ke dalam kurikulum,” ujar Wiko. Ia juga menambahkan, dengan masukan tersebut, lulusan Teknik Mesin UB diharapkan bisa lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Selain dukungan alumni, Dies Natalis ke-62 ini juga menjadi momen untuk memaparkan pencapaian gemilang yang telah diraih oleh Departemen Teknik Mesin.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., MT., Ph.D., menjelaskan bahwa akreditasi program studi Teknik Mesin UB telah mencapai level unggul. “Seluruh program studi, S1, S2, dan S3 Teknik Mesin, statusnya sudah ‘Unggul’ dari BAN-PT dan LAM Teknik. Baru tahun lalu, kami juga mendapatkan akreditasi internasional IABEE (Indonesian Accreditation Board for Engineering Education),” terang Prof. Hadi.
Keberhasilan ini didukung oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Di Fakultas Teknik UB, 15 dari 39 profesor berasal dari Departemen Teknik Mesin, yang menunjukkan keunggulan akademik dan riset yang mendalam. “Dari segi riset, kami punya peneliti yang masuk Top 2% Peneliti Berpengaruh di Dunia,” tambah Prof. Hadi.
Mahasiswa Departemen Teknik Mesin UB pun menunjukkan prestasi luar biasa, terutama di ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE). Ketua Departemen Teknik Mesin UB, Dr. Ir. Purnami ST., MT., IPM., ASEAN Eng., menyebutkan tim mahasiswa Teknik Mesin UB baru-baru ini berhasil meraih juara di kelas prototipe etanol dan diesel. “Insya Allah pada Februari (2026) kita akan berangkat ke Shell Eco-marathon level internasional di Dubai,” katanya optimis.
Tak hanya prestasi akademik, mahasiswa UB juga menunjukkan komitmen terhadap masyarakat. Serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat pun diselenggarakan, seperti bakti sosial pemasangan lampu jalan, penyerahan mesin pengolah sampah, donor darah yang berhasil mengumpulkan 41 kantong darah, seminar nasional dengan 160 presenter dari Malaysia, Jepang, dan Thailand, serta ganti oli gratis untuk 400 pengemudi ojek online yang didukung oleh Pertamina.
Dengan berbagai pencapaian ini, Departemen Teknik Mesin UB semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang siap menghadapi tantangan industri 4.0 dan mendukung kemajuan masyarakat. [dan/suf]






