Banyuwangi (beritajatim.com) – Demi menjaga komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menerapkan praktik akulturasi berlelanjutan, PT Suri Tani Pemuka (STP) melaksanakan kegiatan penanaman 3.000 bibit mangrove dan pelepasan 100 ekor tukik di Kabupaten Banyuwangi, Jumat (17/10).
Head of Unit Pabrik Pakan Ikan dan Udang STP Banyuwangi, Sutrisman, mengatakan sebagai perusahaan yang bergerak di sektor akuakultur, STP menempatkan kelestarian lingkungan sebagai salah satu prioritas utama.
Penanaman mangrove menurutnya memiliki peranan penting sebagai pelindung alami garis pantai, penyerap karbon, dan habitat bagi berbagai biota laut.
Sementara pelepasan tukik menjadi simbol kepedulian terhadap kelangsungan satwa laut yang berperan dalam menjaga kesehatan ekosistem perairan.
“Kami berharap berbagai kegiatan yang telah kami lakukan ini dapat menginspirasi, memberikan manfaat bagi lingkungan, ekosistem, serta membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasional kami,” kata Trisman saat penanaman mangrove dan pelepasan tukik di Pantai Cacalan.
Pihaknya menyebut, sejak tahun 2022, STP telah aktif melakukan konservasi di Banyuwangi yang tersebar di beberapa titik. Dalam memaksimalkan gerakan tersebut, STP melibatkan kolaborasi dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pantai Rejo, KUB Sumber Barokah, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Cacalan.
Upaya bersama ini juga mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan dan Kelautan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta jajaran Muspika setempat.
Selain kegiatan konservasi, STP juga aktif menjalankan berbagai program sosial, seperti Gemar Makan Ikan, Japfa for Kids, serta pemberian bantuan sembako kepada masyarakat sekitar. Semua langkah ini menjadi wujud nyata komitmen STP untuk tumbuh bersama masyarakat dan lingkungan.
“Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, khususnya di kawasan pesisir. Melalui edukasi, aksi nyata, serta pemberdayaan komunitas lokal, kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat keseimbangan ekosistem laut,” ujar Sutrisman.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan Banyuwangi, Anang Budi Wasono, mengapresiasi upaya STP yang selama ini berperan aktif dalam kegiatan konservasi di Banyuwangi.
“Terima kasih kepada STP yang sudah memberikan kontribusi untuk Banyuwangi. Mereka telah berkontribusi nyata bagi alam, dan kami sangat mendukung langkah tersebut,” ujar Anang.
Ia menambahkan, pembangunan di Banyuwangi tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya kekompakan semua pihak. Menurutnya, komitmen lingkungan dan sosial yang dijalankan perusahaan seperti STP menjadi contoh positif dalam upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam.
“Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Semua pihak harus saling berkolaborasi agar manfaatnya bisa dirasakan bersama,” pungkasnya. [alr/aje]






