Malang (beritajatim.com) – Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengambil langkah strategis di panggung global dengan meresmikan kerja sama internasional bersama Federal University of Espírito Santo (UFES), Brazil. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tersebut menjadi jembatan baru bagi kolaborasi riset dan inovasi antara Indonesia dan Brazil, khususnya di bidang energi terbarukan, pertambangan, dan teknologi.
Kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan Gedung AA Polinema ini dihadiri jajaran pimpinan kedua institusi, menandai komitmen kuat untuk memperluas kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi berkelanjutan.
Wakil Direktur I Polinema, Dr. Dra. Kurnia Ekasari, Ak., M.M., CA., menyampaikan bahwa kemitraan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring internasional sekaligus meningkatkan daya saing global Polinema.
“Kami merasa sangat terhormat dapat menyambut delegasi dari Brazil di kampus kami. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat membuka pintu kolaborasi yang saling menguntungkan, terutama dalam bidang pendidikan, riset, dan inovasi yang relevan dengan tantangan masa kini,” ujar Kurnia Ekasari.
Antusiasme yang sama juga disampaikan Prof. Kyria Rebeca Finardi, Ph.D., selaku pimpinan delegasi UFES. “Ini adalah kunjungan pertama kami ke Indonesia, dan kami sangat terkesan dengan sambutan hangat serta keberagaman akademik yang kami temui. Hari ini adalah langkah awal yang sangat menjanjikan. Saya yakin banyak hal luar biasa akan tumbuh dari kemitraan yang kita mulai hari ini,” ungkapnya.

Sesi diskusi yang dimoderatori oleh Ardian Wahyu Setiawan, S.S., M.Ed., Ed.D., membuka berbagai peluang kolaborasi konkret. Kedua pihak sepakat bahwa Indonesia dan Brazil memiliki potensi besar untuk melakukan riset bersama dalam pengelolaan sumber daya alam dan pengembangan teknologi ramah lingkungan.
“Diskusi mendalam menyoroti beberapa bidang prioritas, mulai dari riset bersama untuk menggali teknologi dalam industri pertambangan yang berkelanjutan hingga pengembangan inovasi untuk sumber energi terbarukan,” jelas Wahyu Setiawan.
Selain riset energi dan pertambangan, kerja sama juga akan diperluas ke sektor teknologi informasi untuk solusi digital terapan, riset administrasi bisnis guna memahami peluang pasar global, serta program pertukaran budaya melalui studi bahasa yang mempererat hubungan kedua negara.
Para ketua jurusan dan program studi Polinema turut aktif menawarkan peluang riset terapan yang bisa segera diimplementasikan. “Kerja sama antara Polinema dan UFES ini diharapkan dapat menghasilkan publikasi ilmiah bersama dan memperkuat posisi Polinema sebagai institusi pendidikan vokasi unggulan yang mampu bersaing di tingkat internasional dan mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan global,” tutup Kurnia Ekasari. [dan/beq]






