Banyuwangi (beritajatim.com) – Memasuki musim tanam yang diperkirakan datang lebih awal, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi mulai menyiapkan stimulus bagi para petani. Stimulus yang diberikan yakni berupa benih padi dan pupuk organik. Tujuannya untuk mendorong produktivitas pertanian di tengah perubahan pola cuaca.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dispertan Banyuwangi, Ida Larasati mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan bantuan benih padi sebanyak 239.725 kilogram. “Bantuan ini ditargetkan untuk lahan seluas 9.589 hektare, serta 130 ton pupuk organik untuk 130 hektare lahan,” kata Ida, sapaan akrab Ida Larasati, Senin (13/10/2025).
Menurut data Dispertan Banyuwangi, pada Oktober ini terdapat 7.088 hektare lahan sawah siap tanam yang tersebar di 20 kecamatan. Hanya lima kecamatan yang belum memulai aktivitas tanam, yaitu Kecamatan Pesanggaran, Siliragung, Bangorejo, Purwoharjo, dan Tegaldlimo.
Ida menuturkan, sejumlah petani di wilayah lain telah lebih dulu mulai melakukan pengolahan lahan. Kondisi kemarau basah yang terjadi tahun ini dinilai cukup menguntungkan, karena sebagian besar daerah masih memiliki pasokan air yang memadai untuk bertanam.
“Ini momentum yang bagus. Kami mendorong petani memanfaatkan sumber daya yang ada, baik ketersediaan air, sarana produksi, maupun Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian),” jelasnya.
Di sisi lain, hingga Agustus 2025, serapan pupuk bersubsidi di Banyuwangi tercatat cukup tinggi. Dari alokasi pupuk Urea sebanyak 43.825 ton, telah terserap 60,89 persen atau sekitar 26.687 ton. Sementara NPK, serapan mencapai 71,10 persen atau 26.505 ton dari alokasi 37.276 ton.
Dengan dukungan cuaca yang lebih bersahabat, ketersediaan sarana produksi yang mencukupi, serta kesiapan petani dalam mengolah lahan, Dispertan Banyuwangi optimistis musim tanam tahun ini akan berjalan lancar.
Ida berharap seluruh elemen pertanian dapat bergerak serempak agar produktivitas dan ketahanan pangan daerah terus meningkat. [alr/suf]






