Malang (beritajatim.com) – Panggung kompetisi Duta Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkuçeçwara (ABM) telah menemukan wajah barunya. Moch Raihan dan Tunjung Mustika, dua mahasiswa berprestasi dari Program Studi Manajemen angkatan 2025, berhasil dinobatkan sebagai Putra dan Putri Kampus.
Di balik kemenangan mereka, tersimpan visi besar untuk membawa nama baik almamater melalui kombinasi keahlian public speaking dan segudang pengalaman di dunia modeling.
Kemenangan ini bukan diraih secara instan. Keduanya berhasil menyisihkan 14 peserta lainnya dalam sebuah proses seleksi ketat yang melibatkan 8 pasang finalis.
“Kompetisi ini diikuti oleh 16 orang, atau 8 pasang putra dan putri,” jelas Tunjung Mustika saat diwawancarai beritajatim.com, Senin (13/10/2025).
Bagi Moch Raihan, kemenangannya sebagai Putra Kampus menjadi bukti bahwa penguasaan panggung dan kemampuan berbicara di depan umum adalah kunci utama. Ia mengaku, ajang ini adalah panggung perdananya, namun ia berhasil memukau juri.
“Dari banyaknya peserta, mungkin cara modeling dan public speaking saya yang lebih memuaskan. Maka dari itu saya terpilih,” ungkap Raihan dengan percaya diri.
Motivasinya sederhana namun kuat, mengekspresikan dan mengembangkan diri. “Saya ingin lebih berani tampil di depan umum, bersosialisasi lebih dalam, dan merangkul masyarakat,” tambahnya.
Senada dengan Raihan, Tunjung Mustika melihat ajang ini sebagai kesempatan untuk menambah deretan prestasinya. Dengan latar belakang yang kuat di dunia modeling, ia ingin mengkolaborasikan keahliannya dengan kemampuan komunikasi yang mumpuni.
“Motivasi saya tentunya untuk menambah prestasi di dunia modeling dan mengandalkan kemampuan public speaking saya,” ujar Tunjung.

Di balik penampilan gemilang mereka, ada proses persiapan yang matang. Tunjung menjelaskan bahwa para finalis menjalani latihan intensif selama dua minggu yang mencakup berbagai aspek.
“Latihannya hampir setiap hari selama dua minggu. Di rumah pun kami terus berlatih public speaking, cara berjalan di panggung, bagaimana menjaga senyum, hingga memastikan langkah kami tetap stabil,” jelasnya.
Menariknya, kedua duta kampus ini memiliki latar belakang yang kontras. Bagi Raihan, ini adalah pengalaman pertamanya dalam kompetisi serupa. Namun, berbeda dengan Tunjung yang telah malang melintang di berbagai ajang bergengsi.
“Saya sudah pernah mengikuti ajang Duta Emansipasi dan menjadi Runner-up 1. Saya juga pernah meraih gelar Top Model di ajang Miss Teen Star Jawa Timur dan menjadi pemenang di sebuah kompetisi di Surabaya,” papar Tunjung, yang mengaku sudah terjun ke dunia modeling sejak taman kanak-kanak.
Meski baru saja terpilih, Raihan dan Tunjung sudah memikirkan langkah selanjutnya. Mengawal proses wisuda ke-78 menjadi tugas perdana mereka sebagai Duta Kampus. Keduanya mengaku sedang dalam tahap merumuskan program kerja yang akan dijalankan selama mengemban amanah.
“Kami sedang memikirkan bagaimana rencana ke depannya, termasuk mengadakan program-program tertentu. Semuanya masih dalam tahap perancangan karena kami baru saja memulai tugas hari ini,” tutup Raihan. (dan/but)






