Pasuruan (beritajatim.com) – Penyakit menular di Kota Pasuruan semakin mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2025, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan HIV tercatat mencapai ratusan pasien.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena, mengungkapkan bahwa total dua penyakit menular tersebut mencapai 467 kasus. Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan identifikasi terhadap masyarakat yang terjangkit HIV dengan capaian di atas target.
“Totalnya kami berhasil mengidentifikasi 116,1 persen. Artinya, hampir semua ODHIV sudah teridentifikasi dan diketahui statusnya,” jelas Shierly.
Meski demikian, dari jumlah tersebut hanya 53,8 persen pasien yang mendapatkan pengobatan antiretroviral (ARV), sementara 55,9 persen berhasil menekan kadar virus dalam tubuhnya atau mencapai kondisi supresi virus.
Untuk kasus DBD, Dinkes Kota Pasuruan mencatat 467 kasus sepanjang tahun 2025, jumlah yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berpotensi menambah beban kesehatan masyarakat.
Wakil Wali Kota Pasuruan, Nawawi, menambahkan bahwa tantangan lain yang dihadapi Dinkes adalah maraknya isu di masyarakat terkait imunisasi yang masih dianggap haram. Hal ini membuat sebagian warga menolak atau menghindari imunisasi bagi anak-anaknya.
“Ada pula budaya masyarakat yang justru mengungsikan anak kecil agar tidak diimunisasi. Ini menjadi PR kita bersama. Sosialisasi harus terus kita gencarkan melalui media sosial, kader kesehatan, forum RT/RW, dan keluarga masing-masing agar menjadi agen informasi,” ungkap Nawawi. [ada/beq]






