Pacitan (beritajatim.com) – Tim SAR gabungan menghadapi kendala dalam pencarian Basuki Rahmat (29), seorang nelayan asal Desa Sidomulyo, Kebonagung, Pacitan, yang hilang setelah perahunya terbalik di Pantai Wawaran pada Rabu (8/10/2025) pagi. Arus bawah yang kuat menjadi kendala utama dalam operasi pencarian ini.
Pencarian intensif dilakukan dengan menyisir area perairan menggunakan perahu karet yang berangkat dari Pelabuhan Tamperan. Kondisi arus bawah yang berbahaya di sekitar Pantai Wawaran memaksa tim SAR untuk mengambil langkah hati-hati, mengingat potensi perahu terbalik jika pencarian dilakukan langsung dari lokasi kejadian.
Peltu Ator Subroto, Komandan Pos Kamladu Pacitan, menyatakan bahwa selain pencarian melalui laut, tim juga melakukan pemantauan dari darat untuk memperluas jangkauan pencarian. “Arus bawah di kawasan Wawaran cukup kuat, sehingga kami perlu berhati-hati dalam melakukan pencarian,” ujarnya.
Tim SAR gabungan terus menyesuaikan pola pencarian dengan kondisi cuaca dan gelombang laut yang berubah-ubah. Pada Rabu siang, ombak di perairan Wawaran mencapai 2 hingga 2,5 meter.
“Kami harus menunggu momen yang tepat untuk melakukan penyisiran lebih dekat ke titik lokasi korban jatuh. Keselamatan petugas juga menjadi prioritas utama,” tambah Ator.
Hingga Rabu sore, tim gabungan terus melakukan upaya pencarian, namun belum membuahkan hasil. (tri/ian)






