Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus berupaya memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana alam. Salah satunya dengan merehabilitasi Jembatan Karangjati Anyar di Desa Karangjati, Kecamatan Wonorejo.
Pembangunan ini dilaksanakan menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) dari APBD Kabupaten Pasuruan tahun 2025. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV SBC Marta Group dengan kontrak senilai Rp 2,687 miliar.
Berdasarkan jadwal, pekerjaan fisik dimulai pada 2 September 2025 dan ditargetkan selesai dalam 110 hari kalender. Hingga awal Oktober, progresnya sudah mencapai sekitar 8 persen.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menegaskan pengerjaan harus selesai sesuai target. Menurutnya, faktor cuaca menjadi tantangan terbesar yang harus diantisipasi.
“Karena proyek ini berada di atas sungai yang rawan banjir kiriman. Maka saya minta agar pelaksana betul-betul memperhatikan kondisi cuaca,” tegas Mas Rusdi saat meninjau lokasi.
Ia menilai jembatan tersebut memiliki peran vital sebagai jalur penghubung antarwilayah. Jika rampung, keberadaannya akan mempermudah mobilitas masyarakat sekitar.
“Keberadaan Jembatan Karangjati Anyar ini sangat penting. Dampaknya langsung terasa bagi warga Wonorejo maupun daerah sekitarnya,” lanjutnya.
Selain memudahkan transportasi, jembatan ini juga diharapkan menunjang aktivitas ekonomi. Warga bisa lebih lancar mengakses pasar, sekolah, maupun layanan kesehatan.
“Kalau aksesnya lancar, otomatis roda perekonomian ikut bergerak. Inilah tujuan utama pembangunan infrastruktur di Pasuruan,” tambah Rusdi.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pasuruan memastikan akan mengawasi jalannya pengerjaan. Mereka optimistis proyek bisa selesai sesuai waktu yang telah ditentukan.
“Kami akan terus memonitor agar pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi. Targetnya, akhir tahun jembatan ini bisa kembali digunakan masyarakat,” ujar perwakilan dinas. [ada/aje]






