Jember (beritajatin.com) – Stanford University di Amerika Serikat bersama Elsevier BV menyebut dua dosen Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, peneliti berpengaruh dunia pada 2025.
Mereka adalah Bambang Kuswandi dari Fakultas Farmasi dan Mochamad Asrofi dari Fakultas Teknik. Ini kali kelima Bambang masuk daftar dua persen peneliti berpengaruh dunia. Sementara untuk Asrofi ini kali yang ketiga tercantum di daftar tersebut.
Mereka disebut paling berpengaruh, karena memiliki karya ilmiah yang banyak dirujuk peneliti di bidang masing-masing. Pemeringkatan ini menganalisis dampak kutipan (sitasi) dari para peneliti menggunakan data dari basis data Scopus yang disediakan Elsevier.
Kategori penilaian tidak hanya didasarkan pada jumlah publikasi. Dampak penelitian tersebut juga diperhitungkan dengan metrik yang meliputi indikator komposit (c-score) dan mempertimbangkan jumlah kutipan, indeks-h, dan posisi penulis.
Asrofi bersyukur dengan capaian itu. Capaian itu tak mudah, karena dia harus membiasakan membaca setidaknya lima artikel jurnal ilmiah setiap hari untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Asrofi juga harus beradaotasi dan siap berkolaborasi, dengan tidak terkotak pada penelitian ilmu material dan keteknikmesinan saja. “Saya banyak bekerja sama dengan Prof. Bambang Kuswandi yang berlatar belakang Kimia di Fakultas Farmasi,” katanya, sebagaimana dilansir Humas Unej, Jumat (3/10/.2025).
Sementara itu, Bambang Kuswandi yang juga menjabat Wakil Rektor IV bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Unej ini memutuskan berfokus pada penelitian bio sensor sejak menempuh kuliah doktoral di Inggris.
Tak sendirian, Bambang berkolaborasi dengan sesama kolega dosen maupun mahasiswa yang dibimbingnya, khususnya mahasiswa program doktoral. Penelitian terakhirnya mengenai pengembangan mikrofluida berbasis kertas sebagai penanda biologis untuk mendeteksi penyakit degeneratif semisal kadar gula pada penderita diabetes, kadar asam urat, kadar kolesterol dan lainnya.[wir]






