Gresik (beritajatim.com) – Lukisan damar kurung khas Gresik semakin dikenal masyarakat luas. Berkat tangan seni Anhar Chusnani berhasil mendapat penghargaan bergengsi dalam kompetisi desain kemasan Teh Botol Sosro 2025.
Anhar nama panggilan sehari-hari menghadirkan karya motif damar kurung khas Gresik yang divisualkan ke dalam brand produk teh yang terkenal tersebut. Total ada 5.000 orang yang mengajukan pendaftaran secara online.
Setelah melalui proses yang ketat, damar kurung yang didesain oleh Anhar termasuk dalam 22 ilustrasi terbaik. Sebelum kemudian disortir menjadi 8 pemenang utama.
Anhar sendiri hadir menerima penghargaan pada September 2025 melalui acara spesial di Jakarta Illustration Fair yang bekerja sama dengan Teh Botol Sosro.
Delapan karya yang terpilih kemudian diproduksi menjadi desain resmi untuk kemasan Teh Botol Sosro dan merchandise edisi khusus.
Seniman asal Gresik ini tidak menyangka karyanya dijadikan merchandise edisi khusus, dan diserahkan langsungn oleh owner Teh Botol Sosro, Sukowati Sosrodjojo di Jakarta.
“Ini kompetisi yang luar biasa. Biasanya ruang desain hanya sebatas produk lokal atau UMKM, namun kali ini seniman daerah diberi kesempatan tampil di panggung nasional,” ujar Anhar, Rabu (1/9/2025).
Melalui berupa motif damar kurung diaplikasikan pada kemasan minuman kotak ukuran 300 ml, sudah diedarkan hingga akhir tahun ini.
“Sekarang desain teh botol saya sudah ada di indomaret terdekat,” ungkap Anhar bangga.
Menurutnya, desain damar kurung yang diangkat bukan sekadar ilustrasi, tetapi membawa pesan budaya khas Gresik agar lebih dikenal secara luas.
Ia berharap karyanya bisa menjadi jalan agar seni tradisi lokal tidak hanya berhenti di ruang pameran, melainkan hadir di berbagai medium sehari-hari.
“Dengan tampil di kemasan minuman yang dikonsumsi masyarakat luas, harapannya damar kurung bisa semakin dikenal. Bahkan kalo bisa melangkah hingga ke level internasional,” tuturnya.
Damar kurung dalam minuman kemasan khas damar kurung juga diikutkan dalam ajang Osaka Expo 2025 baru-baru ini. Meskipun yang berangkat ke Jepang hanya produk karyanya, kehadiran damar kurung di paviliun Indonesia menambah kebanggaan tersendiri.
“Ini bukti bahwa karya lokal bisa berdiri sejajar di panggung internasional,” pungkas Anhar tersenyum. (dny/ted)






